Molen King Boru Sihotang Laris Manis, Omzet Tembus Rp600 Ribu per Hari

Lokasi tempat berjualan Boru Sihotang (foto:abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (18/7/2026)-Hanya bermodalkan keberanian dan kemauan untuk belajar dari YouTube, Boru Sihotang memulai usahanya dengan modal yang tak seberapa.
Kegigihannya pun kini mulai menampakkan hasil. Berasal dari Pematangsiantar, usaha jajanan kaki limanya yang sederhana mulai menarik perhatian warga di seluruh kota.
Baru berjalan empat bulan, Molen King sudah memiliki pelanggan setia. Menunya tidak neko-neko, namun sangat pas di lidah molen pisang klasik.
Ia membalut pisang dengan adonan gurih, menggorengnya hingga berwarna keemasan dan renyah, lalu menatanya dalam keadaan panas siap santap bagi para pelanggan.
Warga setempat yang ingin mencicipinya bisa menemukan gerobak Molen King miliknya setiap hari di Jalan Sudirman, kawasan Laguboti Ujung, Kelurahan Toba, Siantar Selatan. Lokasinya berada tepat di persimpangan yang ramai sangat mudah terlihat oleh siapa saja yang melintas.
Ia siap melayani pembeli dari hari Senin hingga Sabtu, pukul 09.00 WIB pagi sampai 06.00 WIB sore, dan menyesuaikan jadwal pada hari Minggu dengan buka mulai pukul 10.00 WIB pagi. Meski jam kerjanya panjang, ia tak pernah mengeluh.
Apa yang membuat orang tertarik, Harganya. Tiga buah molen yang masih panas hanya seharga Rp1.000. Harga murah dan tekstur yang renyah inilah yang membuatnya laris manis, baik di kalangan anak sekolah maupun orang dewasa.
"Soal harga, saya patok murah. Seribu rupiah dapat tiga biji. Puji Tuhan, sekarang banyak pelanggan yang kembali membeli. Mulai dari anak SD, SMP, SMA, hingga warga sekitar mereka sering beli dalam jumlah banyak," ujar Boru Sihotang kepada Mistar.id pada Sabtu (18/7/2026).
Berjualan molen bukanlah satu-satunya kegiatan Sihotang. Ia tidak memedulikan gengsi atau status sosial fokus utamanya adalah mencari nafkah dengan cara yang halal.
Selama pekerjaannya halal, ia menjalaninya dengan sepenuh hati. Lagi pula, ia juga masih bekerja sebagai agen asuransi Prudential, sehingga ia harus pandai membagi waktu.
“Mengapa harus malu berjualan makanan, Yang penting halal dan membawa berkah. Lagipula, saya juga sibuk sebagai agen Prudential. Hanya perlu mengatur waktu dengan bijak,” ujarnya sambil tersenyum.
Pada hari-hari biasa, ia mengantongi sekitar Rp200.000 per hari. Saat akhir pekan atau hari libur nasional, pendapatannya melonjak drastis ia bisa meraup Rp600.000 dalam sehari. Angka yang lumayan untuk sekadar berjualan jajanan kaki lima.
Kisah Boru Sihotang menjadi pelajaran nyata bagi kita. Saat ini, memulai sesuatu tidak melulu soal modal uang, keberanian dan kemauan untuk belajar juga sangatlah penting.
Gerobak sederhana milik Boru Sihotang di sudut Jalan Sudirman menjadi bukti bahwa kita bisa merintis jalan sendiri, sekaligus mungkin menginspirasi warga Siantar lainnya untuk mencoba berwirausaha. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Cara Ceplok Telur Agar Kuningnya Bisa di Tengah























