Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Ebola Jadi Darurat Global, Kemenkes RI Imbau Warga Hindari Konsumsi Daging Hewan Liar

Mistar.idSelasa, 19 Mei 2026 pukul 12.19 WIB
ebola_jadi_darurat_global_kemenkes_ri_imbau_warga_hindari_konsumsi_daging_hewan_liar

Seorang pria diangkat keluar dari ambulans setibanya di Rumah Sakit Rujukan Umum Bunia di Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (16/5/2026) (Foto: Reuters)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kewaspadaan nasional setelah World Health Organization atau WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global.

Salah satu imbauan utama yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat adalah menghindari konsumsi daging mentah maupun hewan liar guna menekan risiko penularan virus Ebola.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, meminta masyarakat memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi telah dimasak hingga matang sempurna.

“Masyarakat diimbau hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak matang dan menghindari konsumsi hewan liar,” ujar Aji.

WHO Tetapkan Ebola Sebagai Darurat Kesehatan Global

WHO menetapkan wabah Ebola terbaru sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) setelah lonjakan kasus terjadi di Kongo dan Uganda.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut hingga saat ini tercatat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan sedikitnya 88 kematian.

Meski statusnya darurat global, WHO menegaskan wabah Ebola saat ini belum dikategorikan sebagai pandemi seperti COVID-19 dan belum merekomendasikan penutupan perbatasan internasional.

Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Negara

Merespons perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia memperkuat pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional di berbagai pintu masuk negara.

Kemenkes kini memperketat pemeriksaan melalui thermal scanner, observasi visual, hingga pemanfaatan aplikasi kesehatan nasional.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Penguatan surveilans dilakukan melalui pemantauan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Bundibugyo Ebolavirus Jadi Ancaman Baru

WHO menyebut wabah kali ini dipicu oleh Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain Ebola langka yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi spesifik yang disetujui.

Virus tersebut dapat menyebabkan Ebola Virus Disease (EVD), penyakit infeksi berat yang memicu demam tinggi, kerusakan organ, hingga perdarahan internal.

Bundibugyo ebolavirus pertama kali terdeteksi di Uganda pada 2007 dan kini kembali memicu lonjakan kasus di kawasan Afrika Tengah.

Masyarakat Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Kemenkes juga mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah risiko penularan penyakit.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat sakit, serta menghindari kontak langsung dengan orang maupun hewan yang diduga terpapar virus.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN