Fajar Nugra Rela Keluar dari Zona Nyaman Demi Adegan Intim di Film Pemikat Jiwa, Sampai Minta Izin Istri

Ilustrasi, Fajar Nugra Rela Keluar dari Zona Nyaman Demi Adegan Intim di Film Pemikat Jiwa. (foto:cinemaxxi/horrorcult/ifakta/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/7/2026) - Nama Fajar Nugra tengah menjadi perhatian publik menjelang tayangnya film horor psikologis Pemikat Jiwa. Bukan hanya karena peran barunya yang menantang, tetapi juga pengakuannya soal adegan intim yang untuk pertama kalinya ia jalani dalam sebuah film.
Aktor yang dikenal lewat berbagai peran komedi dan drama ini mengaku harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima tawaran tersebut. Bahkan, Fajar memilih berbicara lebih dulu dengan sang istri dan meminta restunya sebelum proses syuting dimulai.
Keputusan itu menjadi salah satu cerita menarik di balik produksi Pemikat Jiwa, film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.
Siapa Fajar Nugra?
Fajar Nugra merupakan salah satu aktor muda Indonesia yang namanya semakin diperhitungkan di industri perfilman nasional. Ia dikenal memiliki kemampuan akting yang fleksibel, mulai dari karakter komedi yang ringan hingga peran-peran drama yang membutuhkan pendalaman emosi.
Selama berkarier, Fajar telah terlibat dalam berbagai proyek film dan serial yang memperlihatkan kemampuannya beradaptasi dengan beragam genre. Karakter yang natural dan ekspresif menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya mudah dikenali penonton.
Lewat film Pemikat Jiwa, Fajar kembali menunjukkan sisi berbeda dari kemampuan aktingnya. Ia dipercaya memerankan tokoh Jay, karakter yang terjebak dalam hubungan penuh obsesi, konflik batin, dan unsur mistis yang menjadi inti cerita.
Film Apa yang Membuat Fajar Nugra Beradegan Intim?
Film yang dimaksud adalah Pemikat Jiwa, karya terbaru sutradara Dom Dharmo yang diproduksi Makara Production.
Dalam film ini, Fajar Nugra beradu akting dengan Givina Lukita. Keduanya memerankan pasangan yang hubungan emosionalnya berkembang menjadi bagian penting dalam alur cerita.
Karena mengandung sejumlah adegan romantis dan intim, proses syuting dilakukan dengan pengawasan ketat melalui kehadiran seorang Intimacy Coordinator. Peran tersebut dijalankan oleh Runny Rudiyanti untuk memastikan setiap adegan berlangsung profesional, aman, dan sesuai kesepakatan seluruh pemain.
Penggunaan Intimacy Coordinator sendiri menjadi praktik yang semakin umum dalam industri perfilman modern untuk menjaga kenyamanan aktor saat menjalani adegan sensitif.
Sinopsis Pemikat Jiwa
Pemikat Jiwa mengisahkan Jay dan Wulan, dua sahabat masa kecil yang tumbuh bersama hingga hubungan mereka berkembang menjadi kisah cinta.
Namun, perjalanan cinta tersebut tidak berjalan mulus. Cerita membawa penonton ke dalam pusaran obsesi, ilmu pengasihan, dan berbagai peristiwa misterius yang perlahan mengubah kehidupan keduanya.
Film ini memadukan unsur horor psikologis, romansa, dan budaya mistis Indonesia. Menariknya, kisah yang diangkat berasal dari sebuah thread viral di media sosial X yang sempat menarik perhatian banyak pengguna internet.
Benarkah Fajar Nugra Meminta Izin Istri?
Ya, Fajar Nugra secara terbuka mengakui bahwa dirinya meminta izin dan restu dari sang istri sebelum menjalani adegan intim dalam film tersebut.
Menurut Fajar, keputusan itu diambil karena ia ingin menjaga komunikasi dan kepercayaan dalam rumah tangganya. Ia juga mengaku sempat merasa gelisah saat mengetahui tuntutan adegan yang harus dijalani.
Baginya, dukungan keluarga menjadi faktor penting agar ia bisa menjalankan pekerjaannya secara profesional tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Selain itu, kehadiran Intimacy Coordinator membuatnya lebih nyaman karena seluruh adegan telah diatur dengan batasan yang jelas dan disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.
Tayang 9 Juli 2026, Jadi Ujian Baru dalam Karier Fajar Nugra
Bagi Fajar Nugra, Pemikat Jiwa bukan sekadar film horor biasa. Proyek ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya karena menuntut keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Jika selama ini ia lebih sering dikenal lewat karakter yang ringan dan menghibur, kali ini Fajar harus menghadirkan sisi emosional yang lebih kompleks sekaligus menjalani adegan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Di sisi lain, film ini juga mencerminkan perubahan positif dalam industri perfilman Indonesia. Kehadiran Intimacy Coordinator menunjukkan semakin kuatnya standar profesionalisme dalam proses produksi, terutama ketika melibatkan adegan sensitif.
Dengan kombinasi horor psikologis, kisah cinta yang kelam, dan latar budaya mistis Indonesia, Pemikat Jiwa menjadi salah satu film yang patut dinantikan pada Juli 2026. Bagi Fajar Nugra, film ini bukan hanya tantangan baru, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai aktor yang terus berkembang.
(berbagaisumber/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






















