Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bom Meledak di Pusat Damaskus, 10 Orang Tewas dan 21 Luka-Luka

Mistar.idMinggu, 5 Juli 2026 pukul 17.41 WIB
bom_meledak_di_pusat_damaskus_10_orang_tewas_dan_21_lukaluka

Ilustrasi, Bom Meledak di Pusat Damaskus yang mengakibatkan 10 Orang Tewas dan 21 Luka-Luka. (foto:ferry/chatgpt/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/7/2026) – Suasana di pusat Kota Damaskus, Suriah, mendadak berubah mencekam setelah sebuah ledakan bom mengguncang kawasan padat aktivitas pada Kamis (2/7/2026). Serangan yang terjadi di sebuah kafe dekat kompleks peradilan utama negara itu menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 21 lainnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan yang melanda ibu kota Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Di tengah upaya pemerintah membangun stabilitas pascakonflik berkepanjangan, ledakan ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap ancaman kelompok ekstremis yang masih beroperasi melalui jaringan sel tidur.

Bom Meledak di Kawasan Strategis Damaskus

Ledakan terjadi di kawasan Hijaz, salah satu area sibuk di pusat Damaskus yang berada tidak jauh dari Palace of Justice atau Istana Kehakiman Suriah.

Lokasi yang menjadi sasaran merupakan sebuah kafe yang kerap dipadati pengunjung, mulai dari pegawai pengadilan, pengacara hingga warga yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Dampak ledakan terasa cukup besar. Sejumlah bagian bangunan rusak parah, kaca-kaca pecah berhamburan, sementara beberapa kendaraan di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan.

Kronologi Ledakan yang Menewaskan Belasan Korban

Berdasarkan hasil penyelidikan awal aparat keamanan Suriah, ledakan berasal dari sebuah bom rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) yang telah ditempatkan di dalam area kafe.

Perangkat peledak tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar satu kilogram dan diisi pecahan logam untuk meningkatkan daya rusak serta jumlah korban.

Saat ledakan terjadi, kafe dilaporkan sedang ramai pengunjung. Dentuman keras yang terdengar di sejumlah titik kota memicu kepanikan warga sekitar.

Tak lama setelah kejadian, tim ambulans, petugas medis dan aparat keamanan dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengamankan area. Kawasan sekitar langsung ditutup guna mendukung proses investigasi dan pengumpulan barang bukti.

Korban Tewas Bertambah Menjadi 10 Orang

Kementerian Kesehatan Suriah memperbarui data korban sehari setelah insiden tersebut.

Hingga kini tercatat sedikitnya 10 orang meninggal dunia, sementara 21 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Sebagian korban mengalami cedera serius akibat serpihan logam yang terpancar saat ledakan terjadi. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Damaskus.

Belum Ada Klaim, ISIS Jadi Sorotan

Sampai saat ini belum ada kelompok yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, aparat keamanan Suriah menilai pola serangan memiliki kemiripan dengan metode yang kerap digunakan kelompok ISIS, terutama penggunaan bom rakitan di lokasi publik yang ramai pengunjung.

Meski kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaannya dalam beberapa tahun terakhir, ISIS diyakini masih memiliki jaringan sel tidur yang tersebar di sejumlah wilayah Suriah dan negara-negara sekitarnya.

Dugaan keterlibatan kelompok tersebut kini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan yang tengah berlangsung.

Pemerintah Suriah Janji Usut Tuntas

Pemerintah Presiden Ahmed al-Sharaa menegaskan bahwa pelaku dan pihak yang terlibat akan diburu hingga tuntas.

Aparat keamanan saat ini sedang memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), meminta keterangan para saksi, serta melakukan analisis forensik terhadap sisa-sisa bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.

Di sisi lain, insiden ini juga memicu tuntutan masyarakat agar pengamanan di pusat-pusat aktivitas publik diperketat, terutama di kawasan yang selama ini dianggap memiliki tingkat keamanan tinggi.

Ancaman Lama yang Belum Benar-Benar Hilang

Ledakan di pusat Damaskus menunjukkan bahwa tantangan keamanan Suriah belum sepenuhnya berakhir. Jika sebelumnya negara itu menghadapi konflik bersenjata terbuka, kini ancaman yang muncul lebih banyak berasal dari serangan teror berskala kecil namun mematikan.

Serangan seperti ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menciptakan efek psikologis yang besar bagi masyarakat. Terlebih, ledakan terjadi di jantung ibu kota yang selama beberapa waktu terakhir relatif lebih stabil dibanding wilayah lain di Suriah.

Bagi pemerintah Suriah, keberhasilan mengungkap pelaku dan mencegah serangan serupa akan menjadi ujian penting dalam menjaga keamanan nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pemulihan negara yang masih berlangsung.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN