Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Mengenang Sejarah Buram Tragedi Jebolnya Bendungan Banqiao

Mistar.idMinggu, 5 Juli 2026 pukul 16.19 WIB
mengenang_sejarah_buram_tragedi_jebolnya_bendungan_banqiao_

Ilustrasi: Bendungan Banqiao setelah kegagalan pada bulan Agustus 1975. (f:asdbso/mistar)

news_banner

China, MISTAR.ID, (05/07/2026) Jebolnya Bendungan Banqiao merupakan tragedi pilu dalam sejarah masyarakat China. Diperkirakan ada sekitar 171 ribu orang tewas terdampak tragedi ini.

Dalam laporan International Rivers Resource Hub, Bendungan Banqiao di Provinsi Henan, China. Jebolnya bendungan ini sering disebut sebagai kegagalan struktural paling mematikan dalam sejarah China. Demikian laporan yang disadur dari detik.com.

Semua bermula pada malam 8 Agustus 1975, warga di hilir Bendungan Banqiao sedang berjuang melawan badai dahsyat. Saat itu warga tak pernah mengira bahwa badai akan berlangsung lama. Namun, kian lama debit air terus naik. Warga pun mendengar suara retakan dari arah bendungan.

Bendungan Banqiao pun jebol. Jebolnya bendungan membuat air setara dengan 280 ribu kolam renang ukuran Olimpiade meluap. Air ini membentuk gelombang pasang dengan kecepatan 50 km/jam yang menghancurkan desa-desa di bawahnya.

Ternyata, bencana ini tak sampai di situ. Bendungan Banqiao yang jebol turut menghantam bendungan lainnya. Sebanyak 62 bendungan lainnya juga ikut jebol karena 'efek domino' dari jebolnya Bendungan Banqiao.

Total korban jiwa akibat tragedi jebolnya Bendungan Banqiao pada 1975 diperkirakan mencapai 171 ribu orang

Sedangkan sekitar 26 ribu tewas terdampak langsung akibat banjir, sisanya meninggal akibat kelaparan dan penyakit (kolera dan cacar) yang melanda di hari-hari setelah bencana ini.

Bendungan Banqiao awalnya dianggap begitu kokoh. Bendungan ini bahkan dijuluki sebagai 'Bendungan Besi' setelah diperkuat pada 1950-an dengan menggunakan spesifikasi dari Uni Soviet.

Seorang ahli hidrologi bernama Chen Xing sempat memperingatkan bahwa pembangunan bendungan yang berlebihan di wilayah tersebut berbahaya. Ia merekomendasikan agar dibuat 12 pintu air untuk Banqiao, sayang, hanya 5 yang dipasang. Peringatan tersebut diabaikan.

Selama beberapa dekade, pemerintah China sempat menutupi skala bencana ini. Mayoritas masyarakat di luar Henan tidak mengetahui kejadian tersebut hingga catatan sejarah mulai dibuka pada tahun 2005, tepat 30 tahun setelah tragedi terjadi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN