Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

YTB Bentuk Karakter Pelajar Melalui Program Berbagi

Mistar.idMinggu, 5 Juli 2026 pukul 17.41 WIB
ytb_bentuk_karakter_pelajar_melalui_program_berbagi

Salah seorang pelajar memberikan bantuan langsung kepada warga. (f:nimrot/mistar)

news_banner


Toba, MISTAR.ID (5/7/2026) - Yayasan Tunas Bangsa (YTB) Soposurung Balige berkolaborasi dengan Artha Graha perduli serta Persatuan Alumni YTB melakukan program berbagi untuk membentuk karakter sosial pelajar SMA dengan membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat tidak mampu, di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Para pelajar langsung terjun ke lapangan dan membagikan sembako tersebut kepada masyarakat.

‎Ketua Pembina Yayasan Tunas Bangsa Balige, Luthfi Mangaratua Krida mengatakan melalui program ini akan menumbuhkan semangat sosial bagi mereka, sehingga timbul dari hati untuk sesama.

‎"Bantuan sosial tersebut langsung diberikan oleh pelajar, dimana mereka langsung dapat berinteraksi dengan penerima bantuan dan turut merasakan kekurangan yang dimiliki oleh penerima, dan jelas akan ada rasa empati yang menimbulkan semangat sosial bagi anak didik," ucap Luthfi, Minggu (5/7/2026).

‎Penyaluran dirancang sistematik dengan membuat aplikasi survei digital, untuk menentukan titik koordinat pemanfaat dengan GPS agar penyaluran tepat sasaran, terverifikasi, transparan dan akuntabel.

‎Senada disampaikan, Artha Graha Peduli, Husin, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan hari ini bukan semata penyaluran bantuan tetapi lebih kepada bentuk kepedulian yang akan tertanam sejak dini dari anak, agar menjadi pembelajaran untuk generasi muda dalam mengabdi kepada sesama, peduli dan mampu melayani.

‎"Tujuan dari kolaborasi program bantuan sosial yang dilaksanakan lebih kearah kepekaan generasi muda sehingga menjadi kunci yang mampu menghadirkan semangat sosial secara berkelanjutan," tutur Husin.

‎Selanjutnya, menurut salah seorang siswa Kelas XI Yayasan Tunas Bangsa, William Pasaribu, mengaku melalui program yang diterapkan mendapatkan beberapa manfaat yang akan dijadikan pelajaran kedepannya, sehingga s mengetahui kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat.

‎"Setelah melakukan interaksi dengan warga penerima manfaat, kita jadi mengetahui keluhan mereka dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan dapat merasakan kerasnya kehidupan yang dijalankan setiap hari, menimbulkan empati dan secara spontan menimbulkan rasa sosial kepada mereka," ucapnya.

‎William berjanji, jika kelak dirinya berhasil akan memperhatikan masyarakat yang tidak mampu, sehingga secara berkala akan memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban keseharian.

‎Salah seorang penerima manfaat, warga Kecamatan Balige, Mutiara Lumbantobing, mengaku sangat terharu dengan bantuan yang diberikan, terlebih yang menyampaikan pelajar SMA dan semoga pembelajaran ini akan menjadi wujud terbentuknya jiwa generasi muda yang peduli sesama.

‎"Bantuan beras, gula, minyak goreng dan lainnya jika dikalkulasikan, totalnya bisa dua hari kerja saya dalam mengopek bawang, dengan bantuan ini gaji saya dua hari dapat ditabung," tutur Mutiara.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN