SMAN 2 Medan Terapkan Pemetaan Siswa Baru untuk Cetak Prestasi dan Karakter

Suasana posko pengaduan SPMB di SMAN 2 Medan. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
SMA Negeri 2 Medan membuat pemetaan kemampuan bagi calon siswa baru yang dinyatakan lulus SPMB 2026. Hal ini akan dilaksanakan saat proses pendaftaran ulang melalui kerja sama dengan guru Bimbingan Konseling (BK), guru Bahasa Inggris, hingga guru agama.
Wakil Kepala SMAN 2 Medan Bidang Kurikulum, Nurhalijah, mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengenali potensi akademik sekaligus karakter peserta didik sejak awal masuk sekolah.
"Kami bekerja sama dengan BK dan kesiswaan saat pendaftaran ulang. Orang tua dan siswa juga akan menandatangani surat pernyataan di atas materai terkait kepatuhan terhadap tata tertib sekolah," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Selain itu, sekolah juga melibatkan guru Bahasa Inggris untuk melakukan tes awal kepada siswa baru yang memiliki minat dalam bidang bahasa asing dan mengikuti ekstrakurikuler di sekolah.
Menurut Nurhalijah, hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pembinaan siswa yang berpotensi mengikuti kegiatan kompetitif seperti lomba debat dan olimpiade Bahasa Inggris.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menggandeng guru agama Islam dan Kristen untuk memetakan kemampuan dasar peserta didik dalam bidang keagamaan.
Bagi siswa Muslim yang belum lancar membaca Al-Qur'an, sekolah akan memberikan pembinaan khusus agar kemampuan membaca Al-Qur'an dapat ditingkatkan selama masa pendidikan di SMAN 2 Medan.
Sementara bagi siswa beragama Kristen, guru agama akan melakukan pendalaman awal terkait pemahaman Alkitab sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual peserta didik.
"Itu salah satu upaya yang kami lakukan di sini. Kami ingin mengetahui kemampuan awal siswa sehingga pembinaan yang diberikan nantinya lebih tepat sasaran,” tutur Nurhalijah.
Melalui pemetaan tersebut, sekolah berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan keagamaan yang baik sejak awal masa pendidikan.
PREVIOUS ARTICLE
Pengangguran Banyak, Sabam Sinaga: UU Sisdiknas Sudah Tak Relevan dengan Kebutuhan Zaman






















