Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Banjir Akibat Tanggul Jebol, Warga di Pidie Jaya Mengungsi

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 08.09 WIB
banjir_akibat_tanggul_jebol_warga_di_pidie_jaya_mengungsi

Warga di 13 desa yang berada di Kabupaten Pidie Jaya, mengungsi akibat banjir setelah tanggul Sungai Krueng Meureudu jebol. (Foto: Antara Foto/Ampelsa)

news_banner

Pidie Jaya, MISTAR.ID

Warga di 13 desa yang berada di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali mengungsi setelah permukiman mereka dilanda banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Krueng Meureudu, Rabu (8/4/2026) malam.

Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 1,5 meter, sehingga memaksa warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Melansir dari CNNIndonesia, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malaysi, mengatakan seluruh warga yang tinggal di sekitar aliran sungai telah meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Seluruh masyarakat yang berada di Sungai Krueng Meureudu semua mengungsi ke tempat lebih aman,” ujarnya, Kamis (9/4/2026) dini hari.

Ia menjelaskan, tanggul sungai jebol akibat meningkatnya debit air setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Selain itu, kondisi tanggul yang sebagian materialnya berasal dari lumpur pascabencana akhir 2025 membuatnya tidak mampu menahan derasnya arus air.

“Tanggulnya sudah kita buat, tetapi semua jebol dan merendam permukiman penduduk dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter,” katanya.

Banjir juga menggenangi jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara belum dapat melintas di jalur tersebut.

Sibral meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas PRR, segera melakukan penanganan terhadap kondisi Sungai Krueng Meureudu yang rusak sejak banjir besar pada akhir 2025 lalu.

Menurutnya, sungai tersebut melintasi dua kecamatan, yakni Meureudu dan Meurah Dua, sehingga berpotensi meluap setiap kali terjadi hujan deras.

“Kami meminta BNPB, satgas bencana, dan Presiden untuk segera melakukan penanganan Sungai Krueng Meureudu. Ini sangat mendesak,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air jika hujan kembali turun. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN