WHO Peringatkan Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan di Iran dan Lebanon

Operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran sebabkan beberapa bangunan rusak menjadi puing-puing. (Foto: Antara)
Jenewa, MISTAR.ID
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memverifikasi sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda konflik. Hingga Kamis (5/3/2026), WHO mencatat 13 serangan terjadi di Iran dan satu serangan di Lebanon.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan fasilitas kesehatan seharusnya dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran serangan sesuai hukum humaniter internasional.
“Berdasarkan hukum humaniter internasional, fasilitas kesehatan harus dilindungi dan tidak boleh diserang,” ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa.
Ia menambahkan WHO bekerja sama secara erat dengan kantor perwakilannya di berbagai negara terdampak untuk memantau dampak konflik terhadap layanan kesehatan serta memberikan dukungan bila diperlukan.
Tedros juga menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap situasi yang berkembang di Iran dan kawasan Timur Tengah secara lebih luas. Menurutnya, saat ini sedikitnya 16 negara telah terdampak konflik tersebut.
WHO melaporkan hampir 1.000 korban jiwa terjadi di Iran. Selain itu, 50 orang dilaporkan tewas di Lebanon, 13 orang di Israel, dan 11 orang di negara-negara Teluk lainnya.
Konflik yang terus berlangsung juga memicu gelombang pengungsian. Diperkirakan sekitar 100.000 orang telah meninggalkan Iran, sementara lebih dari 60.000 warga mengungsi di Lebanon. Selain itu, sedikitnya 1 juta orang berpotensi mengungsi menyusul perintah evakuasi di wilayah selatan.
Tedros turut menyoroti ancaman terhadap fasilitas nuklir di kawasan tersebut. Ia memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap keamanan nuklir dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat. (hm25)


























