Sejumlah Negara Eropa Sempat Tolak Bantu Trump Serang Iran, Namun Akhirnya Manut

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran. (Foto: Anadolu/py)
London, MISTAR.ID
Beberapa negara Eropa sempat menyedot perhatian karena menolak mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer mereka untuk menyerang Iran. Negara-negara yang menjadi sorotan antara lain Inggris, Prancis, dan Spanyol.
Dilansir dari The Guardian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu (1/3/2026) mengatakan di parlemen bahwa tindakan AS terhadap Iran dinilai ilegal. Ia juga mengkritik Presiden AS Donald Trump dengan menyatakan bahwa “perubahan rezim” tidak bisa dilakukan “dari langit”.
Namun, sikap Starmer kemudian melunak. Dalam pernyataan bersama dengan Prancis dan Jerman pada hari yang sama, ia menyatakan kesiapan mengambil “tindakan defensif yang proporsional” untuk menghancurkan ancaman “dari sumbernya”.
Tak lama setelah itu, melalui pidato di televisi, Starmer mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan oleh AS untuk “tujuan defensif”. Media Inggris mengindikasikan perubahan sikap tersebut kemungkinan dipengaruhi tekanan dari kalangan konservatif.
Selain Inggris, Spanyol juga sempat menolak permintaan AS. Pemerintah Spanyol pada Minggu (1/3/2026) menyatakan tidak mengizinkan pangkalan militernya digunakan untuk terlibat dalam konflik dengan Iran.
Baca Juga: Perang Iran vs Israel–AS Meledak: Rudal Hujani Timur Tengah, Dunia Cemas Krisis Energi Global
“Pangkalan militer Spanyol tidak akan dipakai untuk kegiatan apa pun di luar perjanjian dengan Amerika Serikat dan Piagam PBB,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.
Dalam kesempatan itu, Albares juga menyebut serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan “sepihak”.
Meski demikian, pada Kamis (5/3/2026) Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan akan mengirim kapal fregat Christopher Columbus ke Siprus untuk bergabung dengan kapal induk Prancis serta kapal-kapal Yunani di kawasan tersebut.
Prancis dan Yunani sebelumnya mengirim kapal setelah pangkalan Inggris di Siprus diserang drone pada Minggu (1/3/2026). Awalnya drone tersebut diduga milik Iran, namun kemudian Inggris menyatakan drone yang menyerupai Shahed itu tidak berasal dari Teheran.
Kementerian Pertahanan Spanyol menyebut kapal fregat yang dikirim akan berfungsi memberikan perlindungan dan pertahanan udara, sekaligus mendukung proses evakuasi warga sipil.
Keputusan Spanyol mengirim fregat muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan negara tersebut jika menolak penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
“Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol,” kata Trump.
Sementara itu, pemerintah Spanyol menegaskan penggunaan pangkalan militer harus tetap berada dalam kerangka hukum internasional serta bertujuan untuk kepentingan kemanusiaan. (hm25)
























