Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Beri Ultimatum Iran, Negosiasi Damai Disebut di Ujung Tanduk

Mistar.idKamis, 21 Mei 2026 pukul 10.51 WIB
trump_beri_ultimatum_iran_negosiasi_damai_disebut_di_ujung_tanduk

Presiden Donald Trump (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Presiden Donald Trump memberikan sinyal keras terkait negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut kini berada di titik krusial antara tercapainya kesepakatan atau pecahnya kembali konflik militer besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah Pemerintah Iran mengonfirmasi tengah mempelajari proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington. Mengutip laporan AFP, Trump menegaskan peluang diplomasi bisa tertutup dalam waktu singkat jika Iran tidak memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginan AS.

“Ini benar-benar berada di garis perbatasan, percayalah. Jika kami tidak mendapatkan jawaban yang benar, semuanya akan bergerak sangat cepat dan kami semua sudah siap untuk bergerak,” ujar Trump, Kamis (21/5/2026).

Trump menyebut kesepakatan damai sebenarnya dapat tercapai hanya dalam beberapa hari apabila Tehran memberikan respons yang dianggap memuaskan oleh Washington.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pihaknya telah menerima poin-poin proposal dari Amerika Serikat dan sedang mempelajarinya secara mendalam.

Iran tetap mempertahankan sejumlah syarat utama sebelum menyetujui kesepakatan, termasuk pembebasan aset-aset negara yang dibekukan serta penghentian blokade pelabuhan oleh militer AS.

Ketegangan meningkat setelah Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Washington sengaja mencari alasan untuk memulai perang baru melalui ancaman militer yang terus dilontarkan.

“Pergerakan musuh, baik yang terang-terangan maupun rahasia, menunjukkan bahwa mereka belum meninggalkan tujuan militer dan berusaha memulai perang baru,” ujar Ghalibaf.

Peringatan serupa juga datang dari Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC yang menegaskan bahwa agresi militer baru terhadap Iran akan memicu konflik lebih luas hingga melampaui kawasan Timur Tengah.

Meski perang urat saraf terus berlangsung, jalur diplomasi dilaporkan masih berjalan melalui mediasi Pakistan guna mencari solusi damai permanen antara kedua negara.

Ketidakpastian geopolitik ini langsung memengaruhi pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan turun lebih dari lima persen setelah muncul harapan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran. Bursa saham AS juga sempat menguat seiring optimisme investor terhadap peluang meredanya konflik.

Namun para analis mengingatkan risiko tetap tinggi karena jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz masih mengalami gangguan yang berdampak pada perdagangan internasional.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menyampaikan dukungan terhadap langkah Trump yang masih membuka ruang diplomasi dan meminta Iran memanfaatkan peluang tersebut demi menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN