Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Mendadak Batal Serang Iran, 3 Pemimpin Timur Tengah Disebut Turun Tangan

Mistar.idSelasa, 19 Mei 2026 pukul 11.51 WIB
trump_mendadak_batal_serang_iran_3_pemimpin_timur_tengah_disebut_turun_tangan

Ilustrasi kapal perang AS (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang sebelumnya disebut akan dilakukan pada Selasa waktu setempat.

Keputusan mendadak itu diumumkan langsung oleh Trump melalui platform media sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk menghentikan sementara operasi serangan udara besar terhadap Iran.

Menurut Trump, keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan langsung dari tiga pemimpin utama Timur Tengah, yakni Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

“Saya telah menginformasikan kepada para pemimpin militer AS bahwa kita tidak akan melakukan serangan terjadwal terhadap Iran besok,” tulis Trump dalam unggahannya.

Trump Sebut Serangan Hanya Ditunda

Meski membatalkan operasi militer untuk sementara, Trump menegaskan bahwa ancaman serangan terhadap Iran belum sepenuhnya dicabut.

Ia menyebut militer AS sebenarnya sudah berada dalam posisi siap tempur untuk melancarkan serangan besar terhadap Teheran.

“Kami sedang bersiap melakukan serangan yang sangat besar besok. Saya menundanya untuk sementara waktu, mudah-mudahan mungkin selamanya,” ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih.

Trump juga mengungkapkan bahwa beberapa negara Timur Tengah meminta AS menunda operasi militer selama dua hingga tiga hari demi memberi ruang bagi proses negosiasi damai dengan Iran.

Negosiasi Nuklir Jadi Kunci

Presiden AS itu kembali menegaskan bahwa syarat utama tercapainya kesepakatan adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump optimistis pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung dapat menghasilkan kesepakatan baru yang diterima semua pihak di kawasan Timur Tengah.

“Kesepakatan ini akan mencakup tidak ada senjata nuklir untuk Iran,” tegas Trump.

Walau demikian, Trump tetap memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk tetap dalam status siaga penuh.

Ketegangan di Selat Hormuz Masih Tinggi

Di tengah upaya diplomasi tersebut, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung terutama di kawasan Selat Hormuz.

Selat strategis itu menjadi pusat konflik karena jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut terus mengalami gangguan akibat aksi saling blokade selama beberapa pekan terakhir.

Meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku, situasi di lapangan disebut terus memanas dan rawan kembali memicu konflik besar di kawasan Timur Tengah.





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN