Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Gedung Putih Ungkap Kesepakatan Donald Trump dan Xi Jinping Terkait Selat Hormuz

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 09.15 WIB
gedung_putih_ungkap_kesepakatan_donald_trump_dan_xi_jinping_terkait_selat_hormuz

Trump dan Xi Jinping berjabat tangan saat bertemu di Busan, Korsel. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein Purchase Licensing Rights)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Donald Trump dan Xi Jinping sepakat Selat Hormuz harus tetap dibuka demi menjamin kelancaran pasokan energi dunia. Kesepakatan itu disampaikan setelah keduanya menggelar pertemuan di Great Hall of the People.

"Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China. Kedua pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi," kata perwakilan Gedung Putih, dilansir dari detikcom, Jumat (15/5/2026).

Selain isu energi, pembahasan lain yang dibahas mengenai Selat Hormuz. "Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," ucapnya lagi.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari 2026.

Selama konflik berlangsung, Teheran memblokir jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global.

Washington kemudian merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata rapuh telah berlaku sejak 8 April.

China termasuk negara yang paling terdampak karena sebagian besar impor minyaknya dari Timur Tengah melewati jalur tersebut.

Gedung Putih juga menyebut Xi menyatakan minat meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap Selat Hormuz. Namun, pernyataan resmi Beijing tidak menyinggung hal itu.

Kemudian dibahas pula soal Taiwan. Xi Jinping menegaskan persoalan Taiwan merupakan isu paling sensitif dalam hubungan Beijing dan Washington.

"Masalah Taiwan merupakan isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi Jinping.

"Jika ditangani dengan tidak tepat, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN