Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Survei Global 2026: Israel Jadi Negara dengan Citra Paling Negatif

Mistar.idKamis, 14 Mei 2026 pukul 14.39 WIB
survei_global_2026_israel_jadi_negara_dengan_citra_paling_negatif

Perdana Menteri Israel, Banjamin Netanyahu. (foto: AP/Mistar)

news_banner

Tel Aviv, MISTAR.ID

Survei global terbaru menempatkan Israel sebagai negara yang paling tidak disukai di dunia pada 2026. Persepsi negatif terhadap Israel disebut melampaui sejumlah negara lain seperti Korea Utara, Afghanistan, dan Iran.

Data tersebut diungkap dalam survei terbaru yang dirilis Nira Data sebagai bagian dari riset persepsi demokrasi dan negara tahun 2026, seperti dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (14/5/2026).

Dalam survei itu, lima negara dengan citra paling positif di dunia ditempati oleh Swiss, Kanada, Jepang, Swedia, dan Italia.

Hasil riset tersebut menempatkan Israel di posisi terbawah dalam peringkat Persepsi Negara Global 2026. Survei dilakukan terhadap 46.667 responden yang diminta menilai pandangan mereka terhadap 129 negara dan tiga organisasi internasional.

Peringkat itu dirilis bersamaan dengan Indeks Persepsi Demokrasi 2026 oleh Nira Data. Dalam penelitian terpisah, lembaga tersebut juga melibatkan 94.146 responden di 98 negara untuk mengukur pandangan masyarakat terhadap demokrasi di negara masing-masing.

Laporan itu disebut mencerminkan meningkatnya isolasi internasional terhadap Israel di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, pengungsian warga Palestina, serta meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.

Citra Israel di mata dunia juga dinilai terus menurun seiring kritik dari organisasi hak asasi manusia, pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan lembaga internasional terkait dugaan pelanggaran hukum internasional.

Survei itu turut mencatat penurunan citra Amerika Serikat di tingkat global. AS berada di posisi kelima dalam daftar negara dengan persepsi paling negatif, berada di bawah Rusia dan China.

Menurut laporan tersebut, penurunan persepsi terhadap AS dipengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, termasuk hubungan dengan sekutu NATO, kebijakan tarif, hingga keterlibatan Washington dalam konflik di Timur Tengah.

Survei itu juga menunjukkan AS kini dipandang sebagai salah satu ancaman global utama setelah Rusia dan Israel.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN