Serangan Drone di Halte PLTN Zaporizhzhia, 1 Tewas 17 Luka

Teks Foto: Ilustrasi para petugas penyelamat Ukraina memadamkan api di fasilitas infrastruktur industri di Zaporizhzhia pada pertengahan Mei 2026, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Foto: AFP/Detikcom)
Moskow, MISTAR.ID (19/8/2026) – Sebuah halte bus yang digunakan staf Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia diserang drone. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 17 orang lainnya, Selasa (18/8/2026) waktu setempat.
Pihak PLTN menyatakan, serangan menargetkan halte transportasi umum di Kota Energodar. Saat kejadian, para pegawai PLTN Zaporizhzhia sedang menunggu bus untuk berangkat kerja.
"Pasukan Ukraina melancarkan serangan yang menargetkan halte umum di Kota Energodar. Para pegawai ZNPP berada di sana, menunggu bus antar-jemput ke tempat kerja," demikian pernyataan PLTN tersebut.
IAEA Kecam SeranganDirektur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengecam serangan itu sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima".
Menurut Grossi, serangan semacam itu melanggar prinsip-prinsip IAEA dan menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan serta keamanan nuklir di tengah konflik yang berlangsung.
PLTN Zaporizhzhia merupakan salah satu fasilitas nuklir terbesar di Eropa. Sejak Maret 2022, PLTN ini berada di bawah kendali Rusia dan berulang kali menghadapi masalah keselamatan akibat eskalasi krisis Ukraina.(Antara/hm02)






















