Netanyahu Sepakat Bentuk Komite Pelucutan Senjata dan Kemanusiaan di Gaza

Teks Foto: Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina, Kamis (30/7/2026). (Foto: Antara)
Istanbul, MISTAR.ID (18/8/2026) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Dewan Perdamaian yang didukung Amerika Serikat sepakat membentuk dua kelompok kerja untuk Jalur Gaza. Kesepakatan dicapai dalam pertemuan di Israel, Senin (17/8/2026).
Pertemuan itu dihadiri utusan khusus AS Jared Kushner dan Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov, menurut keterangan Kantor Netanyahu. "Disepakati pembentukan dua kelompok kerja," tulis Kantor Netanyahu di akun X.
Kelompok pertama bertugas menangani pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza. Israel dan Dewan Perdamaian menargetkan proses ini selesai sebelum rekonstruksi dimulai.
Kelompok kedua fokus pada sanitasi, air bersih, dan kesehatan masyarakat di Gaza yang juga berdampak pada Israel.
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair turut hadir dalam pertemuan tersebut, menurut laporan The Times of Israel.
Kushner menyebut pertemuan selama hampir 4 jam itu berjalan sangat baik. Ia menegaskan AS tidak akan mengizinkan rekonstruksi sebelum demiliterisasi selesai.
AS juga tidak akan membatasi hak Israel membela diri dari ancaman. Kushner memperkirakan proses penghapusan senjata dan penutupan terowongan dapat dimulai dalam 30 hari. Kemajuan signifikan ditargetkan 60-90 hari ke depan.
"Jika Hamas memenuhi komitmennya, ancaman keamanan besar akan hilang. Jika tidak, Israel akan mendapat dukungan lebih dari AS dan pihak lain untuk menyelesaikan tugas itu," kata Kushner kepada Fox News.
Sebelumnya, Kushner, Mladenov, dan Blair juga bertemu pejabat Hamas di Kairo, Mesir, Minggu (16/8/2026).
Latar BelakangGencatan senjata di Gaza berlaku sejak Oktober 2025 sebagai bagian fase pertama rencana perdamaian Trump.
Namun Israel masih melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya 1.260 orang dan melukai lebih dari 4.100 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Fase kedua rencana itu mencakup penyerahan pemerintahan Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan pengawasan senjata internasional.
Israel juga diperkirakan akan menarik pasukannya secara bertahap agar rekonstruksi bisa dimulai.(Antara/Anadolu/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Vietnam Bangun Fregat Anti Kapal Selam Terbesar
























