Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Tunjuk Ahmad Vahidi Jadi Komandan IRGC Usai Mohammed Pakpour Tewas

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 pukul 09.47 WIB
iran_tunjuk_ahmad_vahidi_jadi_komandan_irgc_usai_mohammed_pakpour_tewas

Komandan baru IRGC Ahmad Vahidi. (Foto: Reuters/Morteza Nikoubazl)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Iran menunjuk Ahmad Vahidi sebagai Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggantikan Mohammed Pakpour yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

“Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi ditunjuk sebagai Komandan Tertinggi IRGC,” demikian laporan media semi-pemerintah Mehr News Agency pada Minggu (1/3/2026).

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (29/2/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi negara itu.

Di antara korban tewas adalah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sekaligus penasihat politik, Ali Shamkhani.

Sebelum ditunjuk memimpin IRGC, Vahidi pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan Iran. Ia juga menjadi sorotan internasional terkait penanganan demonstrasi besar di Iran pada 2022 setelah kematian Mahsa Amini.

Selain itu, Vahidi dikaitkan dengan pengeboman pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires pada 18 Juli 1994 yang menewaskan 85 orang. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan terhadap target Yahudi di luar Israel sejak Holocaust.

Saat peristiwa itu terjadi, Vahidi menjabat sebagai komandan unit khusus Pasukan Quds dari IRGC. Otoritas Argentina menuduhnya terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan bom bunuh diri yang menghancurkan markas Asosiasi Mutual Israel Argentina (AMIA).

Jaksa Argentina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Vahidi dan empat pejabat Iran lainnya atas dugaan keterlibatan dalam serangan tersebut. Sejak 2007, Interpol memasukkan Vahidi dalam daftar pencarian.

Namun, pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menilai dakwaan itu tidak kredibel. Teheran juga menolak mengekstradisi Vahidi maupun pejabat lain yang dituduh terlibat.

Peristiwa pengeboman di Buenos Aires itu sempat memperkeruh hubungan diplomatik antara Argentina dan Iran selama beberapa dekade. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN