Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Tolak Kirim Uranium ke Luar Negeri, Khamenei Perkeras Sikap Hadapi AS

Mistar.idJumat, 22 Mei 2026 pukul 10.21 WIB
iran_tolak_kirim_uranium_ke_luar_negeri_khamenei_perkeras_sikap_hadapi_as

Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri pertemuan di Teheran, Iran, 13 Oktober 2024. (Foto: Reuters)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan mengeluarkan perintah tegas agar persediaan uranium yang diperkaya milik Iran tidak dikirim ke luar negeri. Keputusan tersebut dinilai semakin memperkeras posisi Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Iran.

Menurut laporan yang mengutip sumber internal Iran, keputusan itu telah menjadi konsensus di kalangan elite pemerintahan dan lembaga strategis negara. Iran menilai pengiriman uranium ke luar negeri justru dapat melemahkan posisi pertahanan nasional mereka.

“Persediaan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” ujar sumber senior Iran yang identitasnya dirahasiakan.

Iran Khawatir Serangan Baru AS dan Israel

Keputusan Teheran muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, United States, dan Israel setelah konflik militer yang pecah sejak Februari 2026.

Iran meyakini bahwa pengiriman material nuklir sensitif ke luar negeri akan membuat negara tersebut lebih rentan terhadap serangan militer di masa depan, khususnya dari AS dan Israel.

Saat ini, gencatan senjata rapuh masih berlangsung setelah perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan AS-Israel terhadap fasilitas Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut memicu balasan dari Iran ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS serta memperluas eskalasi konflik di Lebanon bersama kelompok Hizbullah.

Situasi geopolitik juga semakin rumit akibat blokade AS terhadap pelabuhan Iran serta kontrol Teheran atas Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Iran Curigai Strategi Amerika Serikat

Dua pejabat senior Iran menyebut adanya kecurigaan kuat di internal pemerintahan bahwa jeda perang saat ini hanyalah strategi sementara Washington sebelum melancarkan serangan baru.

Ketua negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan menilai terdapat tanda-tanda persiapan militer baru dari pihak Amerika Serikat.

Di sisi lain, Donald Trump juga menegaskan bahwa Washington siap melanjutkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak menyetujui kesepakatan damai yang diinginkan AS.

Meski demikian, Trump masih membuka ruang negosiasi dan menyatakan pihaknya bersedia menunggu beberapa hari untuk mendapatkan respons resmi dari Iran.

Iran Usulkan Pengenceran Uranium di Bawah Pengawasan IAEA

Sebelum konflik memanas, Iran sempat mempertimbangkan opsi mengirim sebagian uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen ke luar negeri sebagai bagian dari kompromi diplomatik.

Namun, ancaman serangan dari AS membuat posisi Teheran berubah drastis. Kini Iran lebih memilih mempertahankan stok uranium tersebut di dalam negeri.

Sebagai alternatif, Iran mengusulkan proses pengenceran uranium di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency tanpa harus memindahkan material nuklir keluar dari wilayah Iran.

Teheran juga menegaskan bahwa sebagian uranium diperkaya tetap diperlukan untuk kebutuhan medis dan penelitian reaktor nuklir domestik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN