Friday, July 31, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Gempur Puluhan Target di Iran Selama Dua Jam, Tiga Warga Sipil Dilaporkan Tewas

Mistar.idKamis, 30 Juli 2026 pukul 13.21 WIB
as_gempur_puluhan_target_di_iran_selama_dua_jam_tiga_warga_sipil_dilaporkan_tewas_

Serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali berlanjut. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID – Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan rangkaian serangan terbaru ke wilayah Iran yang berlangsung sekitar dua jam. Operasi tersebut diklaim menghantam puluhan sasaran militer sebagai respons atas serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Menurut Washington, serangan itu merupakan balasan atas peluncuran rudal balistik Iran yang diarahkan ke pasukan AS. Sementara itu, media Iran melaporkan serangan tersebut turut menimbulkan korban sipil.

Kantor berita Fars menyebut sebuah rumah di kawasan Chah Tangu, Pulau Qeshm, menjadi sasaran serangan. Mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, insiden itu menewaskan tiga anggota keluarga, yakni seorang ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia dua tahun. Dua anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Sebelumnya, militer AS mengungkapkan telah mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Iran ke arah pasukan Amerika di Yordania pada Selasa waktu setempat. Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa mereka memang meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di negara tersebut.

Menanggapi serangan itu, Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat akan memberikan balasan yang keras. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," ujarnya.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan operasi militer dimulai pada Rabu pukul 20.00 waktu Timur AS dan berakhir sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut puluhan target milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil diserang. Sasaran tersebut meliputi pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, sistem pengawasan, pertahanan pantai, hingga aset maritim.

Konflik antara Iran dengan AS dan Israel dilaporkan meningkat sejak 28 Februari, ketika serangan militer terhadap Iran memicu aksi balasan Teheran yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN