Dua Siswi MTsN 1 Medan Raih Juara 1 Nasional Merdeka Essay Award 2026

Dua siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan meraih peringkat 1 nasional untuk jenjang SMP/MTs. (Foto: Dok. MtsN 1 Medan)
Medan, MISTAR.ID – Dua siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan meraih peringkat 1 nasional untuk jenjang SMP/MTs sederajat dalam ajang Merdeka Essay Award (MEA) 2026.
Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Forum Cendekia Muda Indonesia (Forcemi) ini mengusung tema ‘Gagasan Generasi Muda untuk Indonesia’, dan diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah di tanah air mulai dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA.
Kedua siswi bernama Nadine Alya Afifah dan Luthfiyyah Nada Hadzkadina tersebut berhasil menembus jajaran lima besar nasional secara keseluruhan.
Istimewanya, posisi pertama hingga keempat diraih oleh peserta jenjang SMA/MA, menjadikan Nadine dan Luthfiyyah sebagai yang terbaik sekaligus peraih peringkat pertama nasional untuk kategori SMP/MTs.
Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengusung esai inovatif berjudul ‘Integrasi Smart-Sensor BiogasSync: Transformasi Limbah MBG Menjadi Biogas Berkelanjutan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan’.
Apresiasi dan rasa bangga terhadap dua siswi yang aktif dalam ekstrakurikuler jurnalistik tersebut juga disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Medan, Syakhrim Harahap. Menurutnya, kompetisi menulis esai sangat efektif untuk mengasah potensi peserta didik.
“Ide kreatif mereka membuat inovasi dalam pengelolaan limbah MBG menunjukkan bahwa mereka peka terhadap isu lingkungan, juga sekaligus mengasah kemampuan berpikir solutif berbasis teknologi,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).
Selain itu, sebut Syakhrim, aktifnya siswa dalam mengikuti lomba-lomba menulis esai juga dapat melatih literasi dan riset sederhana serta meningkatkan kemampuan menulis siswa. Ia berharap prestasi yang diperoleh ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk aktif berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Wakil Kepala MTsN 1 Medan bidang Humas sekaligus pembina ekstrakurikuler jurnalistik, Zulfrida menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan rutin yang intensif.
Dalam ekstrakurikuler jurnalistik, kata dia, para siswa belajar untuk menulis esai, menuangkan gagasan dan pendapat tentang persoalan di lingkungan sekitar.
“Dengan menjalani proses tersebut, siswa belajar mengamati, membaca, berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menyampaikan gagasannya. Semoga ke depannya siswa kami dapat terus meningkatkan kemampuannya dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan, pihak madrasah juga memberikan sertifikat juara kepada para siswi tersebut di halaman MTsN 1 Medan.[]







































