Monday, June 29, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Terungkap! Motor Mio yang Dipakai Pria Berseragam Polri Diduga Gelapkan Motor Satpol PP Milik Satpam Restoran

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 17.35 WIB
terungkap_motor_mio_yang_dipakai_pria_berseragam_polri_diduga_gelapkan_motor_satpol_pp_milik_satpam_restoran

Indra Utama ditemui di tempat kerjanya di Jalan Juanda.(f:putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Sepeda motor Mio merah BK 5990 ABS yang digunakan seorang pria berseragam Polri saat diduga menggelapkan sepeda motor milik anggota Satpol PP ternyata milik Indra Utama, satpam sebuah restoran di Jalan Juanda.

Ditemui di tempat kerjanya, korban berusia 62 tahun itu mengatakan, pada Sabtu (20/6/2026) pria yang belum diketahui identitasnya itu datang ke tempat kerjanya bersama seorang perempuan mengenakan pakaian biasa.

"Katanya mau makan. Saya bilang sudah mau tutup. Kalau minum bisa. Jadi mereka berdua minum," ucap Indra, Senin (29/6/2026).

Beberapa hari kemudian, tepatnya Kamis (25/6/2026) pria itu kembali datang mengenakan pakaian Polri. Pernyataan satpam itu turut memperkuat keterangan korban lain yang merupakan satpol PP kantor Walikota Medan, Ardi Kusuma Damanik.

"Pas, sama persis pakaiannya dengan yang di video itu," jelasnya.

Saat itu, pria itu minta tolong kepada Indra untuk mengantarkannya ke rumah sakit Elisabeth. Ia pun menuruti permintaan tersebut. "Alasannya mau jumpai perempuan yang kemarin minum sama dia," ujarnya.

Di sana, pria tersebut sempat memberikan sebungkus rokok kepada Indra. Setelah itu, pria itu kembali beberapa menit kemudian, ia beralasan perempuan yang ditunggu telah tiba. Namun ia pun meminjam sepeda motor Mio Indra untuk menjemput perempuan yang dimaksud.

"Itulah alasannya. Saya kasih kereta saya. Saya tunggu nggak balik-balik. Saya jalan kaki kembali ke kerjaan saya. Sampai malam saya tunggu nggak datang juga. Di situ saya sadar kalau kereta saya sudah digelapkan," ungkapnya.

Sebelum pria itu pergi, lanjut Indra, ia sempat menanyakan pekerjaannya. Pria itu mengaku bekerja di Jalan Sei Padang tanpa merincinya. "Katanya kerja di Sei padang. Tinggalnya di Pringgan. Saya juga nggak tanya di mananya ," katanya.

Didatangi Ardi Kusuma ke Rumah

Selang beberapa hari, Indra Utama mengaku didatangi Ardi Kusuma untuk mempertanyakan keberadaan sepeda motornya.

"Satpol PP itu datang ke rumah. Katanya dia dapat alamat saya dari data plat nomor polisi. Saya jelaskan ah semua kalau kereta saya juga dibawa pelaku itu. Saya juga nggak kenal sama dia," ucapnya.

Indra mengaku belum sempat melaporkan penggelapan yang dialaminya ke kantor polisi.

"Belum melapor. Tapi kereta saya udah ditemukan. Nggak jadi buat laporanlah. Jadi sekarang kereta saya di Polsek Medan Baru," lanjutnya.

Pria 62 tahun itu pun berencana mengajukan permohonan pinjam pakai kendaraan tersebut. Ia mengaku mengalami kendala jika sepeda motor itu tidak di tangannya.

"Berapa kalilah gaji saya di sini. Kereta di polsek, saya naik ojol, berapa biaya pengeluaran saya. Makanya saya mau ke Polsek pinjam pakai kereta itu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota Satpol PP yang bertugas di kantor Walikota Medan, Ardi Kusuma Damanik, 41 tahun, mengaku kehilangan sepeda motor Honda Vario BK 6354 AND. Ia diduga menjadi korban penggelapan oleh seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Kompol.

Kepada mistar, pria yang tinggal di Jalan Budi Luhur, Medan Helvetia itu mengaku peristiwa itu terjadi, Kamis (25/6/2026) lalu di Jalan Sejati, Medan Petisah, persis di belakang kantor Walikota Medan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN