Polisi Disiram Bensin saat Penangkapan Narkoba di Asahan, Ini Kronologinya

Polisi melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sisa botol berisi bensin yang disiramkan ke petugas. (Foto: Istimewa/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Viral di media sosial aksi sejumlah emak-emak yang melakukan pengadangan terhadap penangkapan terduga pengedar narkoba di Kisaran, Kabupaten Asahan, hingga berujung penyiraman bensin kepada petugas kepolisian.
Kepolisian Resor Asahan akhirnya membeberkan secara terbuka kronologi lengkap insiden mencekam yang menimpa anggotanya saat melakukan penangkapan terduga pengedar narkoba di Kelurahan Kisaran Naga.
Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (18/1/2026), mengungkapkan peristiwa tersebut bermula dari operasi khusus yang dilakukan jajarannya dengan metode undercover buy.
Dalam operasi yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026) itu, petugas menyamar sebagai pembeli guna memancing terduga pelaku keluar serta memastikan transaksi narkoba benar-benar terjadi.
Menurut Mulyoto, transaksi dilakukan di pinggiran sungai yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga. Setelah barang bukti dan pelaku teridentifikasi, petugas langsung melakukan penindakan di lokasi.
“Anggota kami menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi di pinggiran sungai. Setelah itu, tim langsung bergerak untuk mengamankan pelaku,” ujar AKP Mulyoto, Minggu (18/1/2026).
Namun situasi yang semula terkendali berubah drastis. Saat petugas hendak membawa terduga pengedar narkoba dari lokasi, sejumlah warga tiba-tiba berkumpul dan melakukan pengadangan. Kerumunan yang awalnya hanya menonton, berangsur berubah menjadi aksi perlawanan terbuka.
Dalam kondisi tersebut, petugas yang berpakaian preman menjadi sasaran kemarahan massa. Aksi anarkistis pun tak terhindarkan. Salah seorang warga bahkan nekat menyiramkan bensin ke arah anggota polisi yang tengah berupaya mengamankan tersangka.
“Di tengah keributan itu, ada seorang pria yang menyiramkan bensin ke petugas. Bahkan ada ibu-ibu yang menggigit tangan anggota kami,” ujar Mulyoto.
Kericuhan semakin tak terkendali ketika fokus petugas terpecah antara menyelamatkan diri dan mengendalikan situasi. Akibatnya, terduga pengedar narkoba yang saat itu sudah dalam kondisi terborgol berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan kekacauan.
Menyadari situasi memburuk, pihak kepolisian segera mengerahkan personel tambahan ke lokasi. Namun saat aparat tiba untuk mengamankan keadaan, terduga pelaku bersama pria yang menyiram bensin sudah tidak berada di tempat.
“Ketika personel tambahan datang, pelaku dan orang yang menyiram bensin sudah kabur dari lokasi,” katanya.
Pasca kejadian tersebut, Polres Asahan langsung berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat serta tokoh masyarakat guna mencegah eskalasi konflik lanjutan. Sementara itu, anggota kepolisian yang menjadi korban penyiraman bensin dan kekerasan fisik telah membuat laporan resmi.
“Petugas yang disiram bensin dan digigit warga sudah melapor secara resmi. Kasusnya saat ini masih dalam proses,” tutur Mulyoto.
Hingga kini, Polres Asahan masih memburu terduga pengedar narkoba yang melarikan diri serta sejumlah warga yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aparat. Kepolisian menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang menghalangi proses penegakan hukum, termasuk tindakan main hakim sendiri yang membahayakan keselamatan petugas di lapangan. (hm25)


























