Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kebakaran SMPN 9 Tebing Tinggi, Ruang Kelas dan Gudang Hangus Saat Jam Belajar

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 15.42 WIB
kebakaran_smpn_9_tebing_tinggi_ruang_kelas_dan_gudang_hangus_saat_jam_belajar

Kondisi SMPN 9 Tebing Tinggi usai kebakaran yang menghanguskan ruang kelas dan gudang, Selasa (28/7/2026). (Foto: Damanik/Mistar)

news_banner

Tebing Tinggi, MISTAR.ID – Ruang kelas IX dan sebuah gudang di SMP Negeri (SMPN) 9 Tebing Tinggi, Jalan Pusaran Perjuangan, Kota Tebing Tinggi, terbakar pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.

Kebakaran yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung sempat membuat guru dan siswa panik hingga berlarian keluar dari lingkungan sekolah.

Guru Bimbingan Konseling (BK), Maya, mengatakan api tiba-tiba muncul dari ruang kelas IX-6 yang bersebelahan dengan gudang. Kepanikan pun tak terhindarkan. Bahkan, salah seorang guru dilaporkan sempat lemas dan gemetar.

"Tiba-tiba Bu Greta dari ruang kelas lari keluar sambil berteriak, 'Kebakaran, kebakaran.' Saya panik dan langsung menolong Bu Greta karena sudah lemas. Sementara api semakin membesar. Orang-orang langsung heboh dan menghubungi pemadam kebakaran," ujarnya.

Maya menjelaskan, titik awal api diduga berasal dari ruang kelas IX-6 saat siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Awalnya dari ruang kelas IX-6. Saat itu murid masih berada di dalam kelas. Kami mencium bau seperti sesuatu yang terbakar, kemudian terlihat api. Anak-anak langsung kami evakuasi keluar dan dipulangkan," katanya.

Insiden tersebut juga ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, M. Denni Saragih.

"Saya mendapat laporan dari kepala sekolah bahwa SMPN 9 mengalami kebakaran sekitar pukul 13.15 WIB," ujarnya.

Menurut Denni, kebakaran menghanguskan satu ruang kelas dan gudang. Namun, penyebab kebakaran maupun nilai kerugian masih dalam penyelidikan.

"Belum diketahui penyebab kebakaran. Hingga saat ini kami juga belum dapat memperkirakan besaran kerugian yang dialami," katanya.

Sementara itu, petugas Damkar Tebing Tinggi, Hari Prananda, mengatakan pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran dari Tebing Tinggi dan satu unit bantuan dari Kabupaten Serdang Bedagai.

Menurutnya, proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti. Namun, posisi titik api yang berada di bagian belakang ruangan dan terhalang kayu serta meja membuat petugas harus membongkar sejumlah material terlebih dahulu untuk menjangkau sumber api.

"Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Saat ini kami masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN