Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Jaringan Narkoba Antar Pulau Terbongkar di Medan, Modus Kirim Lewat Ekspedisi

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 09.21 WIB
jaringan_narkoba_antar_pulau_terbongkar_di_medan_modus_kirim_lewat_ekspedisi

Kedua pelaku saat diinterogasi petugas sat narkoba. (Foto: Dok Sat Narkoba/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Salah satu kamar kos-kosan di Medan Labuhan digerebek Satres Narkoba Polrestabes Medan, Rabu (22/7/2026). Dari sana, petugas mengungkap jaringan narkoba lintas pulau.

Narkotika yang ditemukan mulai dari pil ekstasi, sabu, hingga ganja kering.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan dua pria ditangkap terpisah. Keduanya berinisial HS, 19 tahun, dan JD, 25 tahun.

"Keduanya merupakan pemain antar pulau. Mereka memanfaatkan jasa ekspedisi pengiriman paket, dan mengkamuflasekan narkoba yang dikirim," ucap Rafli, Selasa (28/7/2026).

Kata Rafli, penangkapan berawal dari HS di Jalan Rawe, Medan Labuhan. Dari pemuda 19 tahun itu petugas menyita 3 butir pil ekstasi dan uang tunai hasil penjualan narkoba.

"Dari penangkapan HS, nama JD disebut sebagai pemasok. Kami pun menangkap JD di Jalan Rawe II, Medan Labuhan," katanya.

Dari kamar kos JD, petugas menemukan barang bukti tiga paket sabu, 188 butir pil ekstasi, dan 6 kg ganja. Seluruh barang haram itu dikatakan JD hendak dikirimnya ke berbagai pulau.

"Mereka pemasok narkoba ke sejumlah pulau yang ada di Indonesia. Mereka menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirim paket narkotika tersebut," ucapnya.

Dalam praktiknya, keduanya mengelabui jasa ekspedisi dengan menyebutkan barang yang dikirim merupakan barang elektronik atau suku cadang kendaraan bermotor. Bisnis tersebut telah berjalan selama satu tahun belakangan.

"Saat pengiriman, pelaku ini mengisi batu ke dalam paketnya agar pihak ekspedisi yakin barang yang mereka kirim memang sparepart kendaraan. Mereka mengirim ke berbagai pulau di Indonesia," ungkapnya.

Rafli menyebutkan, kedua tersangka bisa mengirim narkotika hingga 10 kali dalam sebulan. Rata-rata, pemesanan terbanyak berada di wilayah Indonesia Timur.

"Saat ini kita masih memburu satu orang lagi yang juga pemasok," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN