Hasil Otopsi Lansia yang Tewas di Kebun Sawit Simalungun Terindikasi Mati Lemas

Korban saat dibawa ke RSUD Djasamen Saragih. (Foto: Abdi/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Penyebab tewasnya perempuan lanjut usia (lansia) bermarga Haloho yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit Jalan Kenari Tujuh pada Selasa (8/9/2026) mulai terungkap. Tim medis memastikan ada tanda kuat korban meninggal karena kekurangan oksigen.
Dokter Spesialis Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, dr. Joko, Sp.F, mengatakan proses visum et repertum dan otopsi menyeluruh pada jenazah korban sudah selesai dilakukan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam (otopsi) yang kami lakukan, kami menemukan tanda-tanda utama dari asfiksia atau mati lemas pada jenazah," kata dr. Joko saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, pihak forensik juga sudah mengambil beberapa sampel organ untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Terkait dugaan kekerasan fisik atau trauma pada tubuh korban, dr. Joko tidak mau menjelaskan lebih detail dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
"Terkait detail trauma, untuk selanjutnya silakan berkoordinasi dengan pihak penyidik kepolisian," tambahnya.
Sayangnya, penanganan kasus ini terlihat tertutup dari pihak kepolisian. Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, belum memberikan keterangan resmi tentang perkembangan penyelidikan atau hasil otopsi itu.
Wartawan mencoba menghubunginya melalui telepon seluler, tetapi tidak mendapat respons. Saat mengirim pesan singkat, AKP Hengky B. Siahaan hanya membalas dengan stiker. Ia tidak memberikan penjelasan soal penanganan kasus tewasnya lansia tersebut. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Vonis Lima Terdakwa Korupsi Dana BOS SMK Kesehatan Ganda Husada Tebing Tinggi Ditunda

































