Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Liza Natalia Sebut Pola Asuh Anak Gen Z Tak Bisa Disamakan dengan Dulu, Orang Tua Harus Adaptif

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 14.44 WIB
liza_natalia_sebut_pola_asuh_anak_gen_z_tak_bisa_disamakan_dengan_dulu_orang_tua_harus_adaptif

Liza Natalia dan anaknya, Queennara saat ditemui di kawasan Jakarta. (Foto: Detik/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Perubahan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendidik anak. Hal ini juga dirasakan Liza Natalia yang menilai pola pengasuhan saat ini membutuhkan pendekatan berbeda, terutama ketika menghadapi anak generasi Z.

Menurut Liza, orang tua tidak cukup hanya memberikan arahan, tetapi juga perlu memahami lingkungan dan kehidupan anak agar komunikasi tetap terjalin dengan baik. Terlebih, anak-anak sekarang tumbuh di tengah derasnya informasi serta pengaruh media sosial.

Ibu dari Queennara Latiza Brillians tersebut mengatakan, pola asuh yang diterapkan pada generasi sebelumnya belum tentu relevan untuk menghadapi anak-anak masa kini.

"Parenting-nya harus bisa masuk ke dunianya dia. Karena menurut aku, beda dengan zaman aku dulu. Kalau zaman aku dulu, media sosial belum segila sekarang. Pengaruh dari luar juga belum sebanyak sekarang. Dulu, kita takut sama orang tua. Jadi, apa pun yang orang tua bilang pasti didengarkan," ujar Liza saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).

Ia melihat, kemudahan memperoleh informasi turut memengaruhi cara anak-anak masa kini dalam berpikir dan memahami berbagai hal. Mereka dinilai memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dari lingkungan di luar keluarga.

"Anak sekarang mungkin karena sudah banyak informasi dari luar, bukan hanya dari kita sebagai orang tua, jadi lebih cepat pintar, lebih cepat menyerap informasi, dan lebih cepat berkembang," tuturnya.

Kondisi tersebut membuat Liza menyadari pentingnya orang tua untuk tidak hanya berperan sebagai pemberi aturan. Menurutnya, orang tua juga perlu mengenal dunia anak agar dapat memahami sudut pandang mereka.

Dengan begitu, hubungan antara orang tua dan anak bisa terjalin lebih dekat tanpa menghilangkan peran orang tua dalam memberikan arahan.

"Pada akhirnya, kita sebagai orang tua harus bisa mengimbangi anak dengan cara masuk ke kehidupan mereka yang sekarang," katanya.

Meski demikian, Liza mengakui bahwa mengikuti perkembangan pola pikir dan kehidupan anak bukan sesuatu yang selalu mudah. Orang tua dituntut terus belajar agar mampu memahami perubahan yang terjadi di sekitar anak.

Baginya, memperbarui wawasan menjadi hal penting, bukan hanya untuk menjaga kedekatan dengan anak, tetapi juga sebagai bekal dalam mendampingi mereka menghadapi masa depan.

"Kadang-kadang kita berpikir, masa sih harus terus mengikuti alur mereka yang sudah canggih? Tapi mau tidak mau, kita harus tetap update tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dan masa depan mereka. Intinya di situ," pungkasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN