Chaos Walking: Kisah Dunia Tanpa Rahasia yang Dibintangi Tom Holland dan Daisy Ridley

Ilustrasi, Chaos Walking: Kisah Dunia Tanpa Rahasia yang Dibintangi Tom Holland dan Daisy Ridley. (foto:imdb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/8/2026) — Chaos Walking merupakan film fiksi ilmiah distopia yang memadukan petualangan, aksi, misteri, dan drama coming-of-age. Film ini menarik perhatian karena mempertemukan dua bintang waralaba besar, Tom Holland dan Daisy Ridley, sekaligus menawarkan konsep unik tentang dunia di mana pikiran manusia dapat terlihat oleh orang lain.
Film garapan sutradara Doug Liman ini diadaptasi dari novel The Knife of Never Letting Go karya Patrick Ness, buku pertama dari trilogi Chaos Walking. Novel tersebut pertama kali diterbitkan pada 2008 dan menjadi fondasi bagi dunia distopia yang diangkat ke layar lebar.
Sorotan Unggulan: Apa Itu Chaos Walking?
Secara sederhana, Chaos Walking bercerita tentang Todd Hewitt, seorang pemuda yang tinggal di sebuah koloni manusia di planet bernama New World.
Todd tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dari kehidupan manusia di Bumi. Salah satu keanehan terbesar di planet tersebut adalah fenomena yang disebut "The Noise".
The Noise membuat pikiran laki-laki dapat terlihat dan terdengar oleh orang-orang di sekitarnya. Alih-alih menjadi sesuatu yang hanya tersimpan di dalam kepala, pikiran dapat muncul dalam bentuk suara, kata-kata, maupun gambaran yang dapat ditangkap orang lain.
Konsep tersebut membuat privasi hampir tidak ada.
Dalam dunia seperti itu, kebohongan seharusnya menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Namun, justru di sinilah film mulai memainkan pertanyaan yang lebih menarik: apakah manusia benar-benar jujur ketika pikirannya dapat dilihat orang lain?
Kisah kemudian berubah ketika Todd menemukan Viola, seorang perempuan misterius yang tiba di planet tersebut setelah pesawatnya mengalami kecelakaan.
Penemuan itu menjadi kejutan besar bagi Todd karena ia selama ini hidup dengan keyakinan bahwa seluruh perempuan di planet tersebut telah lenyap. Kehadiran Viola membuat Todd mempertanyakan berbagai hal yang selama ini dianggapnya sebagai kebenaran.
Dari titik tersebut, Todd dan Viola terlibat dalam perjalanan berbahaya untuk menyelamatkan diri sekaligus mengungkap rahasia gelap yang selama ini disembunyikan komunitas mereka.
Kapan Film Chaos Walking Tayang?
Chaos Walking merupakan film produksi Amerika Serikat yang dirilis pada 2021 dengan durasi sekitar 109 menit atau 1 jam 49 menit.
Film ini pertama kali dirilis di Korea Selatan pada 24 Februari 2021, sebelum kemudian tayang secara luas di Amerika Serikat pada 5 Maret 2021.
Menariknya, perjalanan film menuju layar lebar tidak berlangsung mulus. Chaos Walking semula dijadwalkan tayang pada 2019, tetapi mengalami penundaan dan menjalani proses pengambilan gambar tambahan. Jadwal perilisan kemudian kembali bergeser hingga akhirnya film tersebut tayang pada 2021.
Situasi tersebut membuat Chaos Walking menjadi salah satu proyek Hollywood yang cukup lama berada dalam proses produksi sebelum akhirnya benar-benar dirilis.
Siapa Penulis dan Sutradara Chaos Walking?
Film ini disutradarai oleh Doug Liman, sineas yang sebelumnya dikenal melalui film seperti The Bourne Identity dan Edge of Tomorrow.
Untuk skenarionya, kredit final mencantumkan Patrick Ness dan Christopher Ford. Ness sendiri merupakan penulis novel The Knife of Never Letting Go, yang menjadi sumber utama cerita film.
Dengan demikian, Chaos Walking bukan sekadar film fiksi ilmiah orisinal, melainkan adaptasi dari dunia sastra yang telah dibangun Patrick Ness melalui trilogi Chaos Walking.
Trilogi tersebut terdiri atas:
- The Knife of Never Letting Go
- The Ask and the Answer
- Monsters of Men
Ketiganya kemudian dikemas dalam edisi lengkap yang diterbitkan sebagai Chaos Walking: The Complete Trilogy.
Siapa Saja Pemeran Chaos Walking?
Film ini memiliki jajaran pemain yang cukup kuat dan berasal dari sejumlah waralaba populer.
Beberapa pemeran utamanya adalah:
- Tom Holland sebagai Todd Hewitt
- Daisy Ridley sebagai Viola
- Mads Mikkelsen sebagai Mayor Prentiss
- Demián Bichir sebagai Ben
- Cynthia Erivo sebagai Hildy
- Nick Jonas sebagai Davy Prentiss Jr.
- David Oyelowo sebagai Aaron
Nama-nama tersebut tercantum dalam materi resmi film maupun database kredit pemeran.
Karakter Tom Holland sebagai Todd Hewitt
Todd Hewitt merupakan pusat cerita Chaos Walking.
Todd adalah seorang pemuda yang tumbuh di komunitas laki-laki dan dibesarkan dengan berbagai keyakinan mengenai sejarah planet serta hilangnya kaum perempuan.
Ia bukan sosok pahlawan yang sejak awal sudah memahami keadaan sebenarnya. Justru salah satu daya tarik Todd adalah proses pendewasaannya.
Pertemuannya dengan Viola membuat dunia yang selama ini dikenalnya mulai runtuh. Todd dipaksa mempertanyakan apa yang dikatakan orang-orang di sekitarnya dan mencari tahu sendiri mana yang benar dan mana yang merupakan manipulasi.
Dalam konteks tersebut, perjalanan Todd bukan hanya perjalanan fisik untuk melarikan diri. Ia juga merupakan perjalanan psikologis untuk beralih dari seorang anak muda yang menerima informasi begitu saja menjadi seseorang yang mampu mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya sendiri.
Novel sumbernya bahkan menggambarkan Todd sebagai satu-satunya anak laki-laki di sebuah kota yang dapat mendengar pikiran orang lain, sementara dirinya sendiri juga dapat didengar.
Karakter Daisy Ridley sebagai Viola
Jika Todd mewakili seseorang yang lahir dan dibesarkan di dalam sistem, Viola hadir sebagai sosok dari luar sistem tersebut.
Viola tiba di New World secara tiba-tiba setelah pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Kehadirannya menjadi pemicu perubahan besar dalam kehidupan Todd.
Yang membuat Viola menarik adalah sifatnya yang relatif misterius. Ia tidak mempunyai pengetahuan yang sama dengan Todd mengenai komunitas tempat Todd dibesarkan.
Hubungan Todd dan Viola kemudian menjadi salah satu fondasi emosional film.
Keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi keadaan memaksa mereka bekerja sama. Todd harus belajar mempercayai seseorang yang sebelumnya dianggap asing, sedangkan Viola harus bertahan di lingkungan yang penuh ancaman.
Mads Mikkelsen sebagai Mayor Prentiss
Mayor Prentiss, yang diperankan Mads Mikkelsen, merupakan salah satu figur paling penting dalam konflik film.
Prentiss bukan sekadar pemimpin komunitas. Ia juga merepresentasikan kekuasaan, kontrol, dan manipulasi informasi.
Dalam dunia Chaos Walking, kemampuan mendengar pikiran orang lain seharusnya membuat kebohongan semakin sulit dilakukan. Namun karakter seperti Prentiss menunjukkan paradoks menarik: ketika semua orang dapat melihat pikiran, kekuasaan tetap dapat digunakan untuk mengendalikan bagaimana orang lain memahami kebenaran.
Karakter Prentiss karena itu menjadi kontras dengan Todd, yang sedang belajar membedakan antara fakta, propaganda, ketakutan, dan kebenaran.
Demián Bichir sebagai Ben
Ben merupakan salah satu figur yang mempunyai hubungan penting dengan kehidupan Todd.
Ia menjadi bagian dari lingkungan yang membentuk Todd dan memberikan perspektif berbeda terhadap dunia yang selama ini diyakini sang tokoh utama.
Karakter Ben membantu memperlihatkan bahwa kehidupan Todd tidak hanya ditentukan oleh konflik dengan tokoh antagonis. Ada pula hubungan personal dan emosional yang membentuk cara Todd memahami keluarga, komunitas, dan tanggung jawab.
Cynthia Erivo sebagai Hildy
Hildy, yang diperankan Cynthia Erivo, menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan konflik.
Hildy berada dalam posisi yang berbeda dari para pemimpin laki-laki di komunitas Todd. Kehadirannya membantu memperluas perspektif film mengenai masyarakat di New World dan konflik antara individu dengan struktur kekuasaan.
Peran Erivo juga memberikan warna tersendiri karena karakter Hildy tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap perjalanan Todd dan Viola.
Nick Jonas sebagai Davy Prentiss Jr.
Davy Prentiss Jr., diperankan Nick Jonas, merupakan karakter yang berkaitan langsung dengan Mayor Prentiss.
Kehadiran Davy memperlihatkan bagaimana hubungan keluarga dapat berkelindan dengan ambisi, kekuasaan, dan ekspektasi.
Karakter tersebut juga menjadi bagian dari gambaran mengenai generasi muda yang tumbuh di bawah pengaruh struktur kekuasaan orang-orang sebelumnya.
David Oyelowo sebagai Aaron
Aaron, yang diperankan David Oyelowo, merupakan salah satu karakter lain yang menambah dimensi konflik dalam film.
Oyelowo membawa karakter dengan energi yang berbeda dibandingkan Todd dan Viola, sekaligus memperkuat atmosfer ancaman yang terus mengikuti perjalanan keduanya.
Jajaran pemeran pendukung lainnya mencakup Ray McKinnon sebagai Matthew dan Kurt Sutter sebagai Cillian.
Fakta Menarik dan Unik tentang Chaos Walking
1. The Noise adalah "senjata" sekaligus kelemahan
Konsep The Noise merupakan elemen paling unik dari Chaos Walking.
Di satu sisi, kemampuan tersebut membuat seseorang hampir tidak mungkin menyembunyikan isi pikirannya.
Namun di sisi lain, pikiran manusia tidak selalu merupakan kebenaran yang teratur. Manusia bisa memikirkan banyak hal secara bersamaan, membayangkan sesuatu yang tidak terjadi, mengingat masa lalu, atau memiliki dorongan yang bertentangan dengan tindakan nyata.
Artinya, mendengar pikiran seseorang tidak otomatis berarti memahami orang tersebut.
Inilah salah satu gagasan paling menarik yang dapat dibaca dari premis Chaos Walking.
2. Viola menjadi anomali besar di New World
Kehadiran Viola bukan sekadar kedatangan karakter baru.
Ia merupakan anomali yang mengguncang seluruh sistem sosial yang sudah dipercaya Todd.
Dalam dunia tempat laki-laki dapat mendengar pikiran satu sama lain, kemampuan Viola untuk tidak menghasilkan The Noise menjadi sesuatu yang sangat penting.
Keheningan Viola justru menjadi bentuk kekuatan.
3. Film ini diadaptasi dari buku pertama trilogi
Film Chaos Walking mengambil sumber cerita dari The Knife of Never Letting Go, buku pertama dalam trilogi Patrick Ness. Novel tersebut diterbitkan pada 2008.
Dengan kata lain, film ini memiliki dunia cerita yang jauh lebih luas daripada apa yang terlihat dalam satu film.
4. Produksinya mengalami perjalanan panjang
Film ini semula ditargetkan untuk rilis pada 2019, tetapi mengalami penundaan dan pengambilan gambar tambahan sebelum akhirnya dirilis pada 2021.
Proses tersebut menjadi salah satu aspek paling terkenal dari perjalanan produksi Chaos Walking.
5. Tom Holland dan Daisy Ridley datang dari dua waralaba besar
Daya tarik utama film juga berasal dari pemerannya.
Tom Holland sudah dikenal luas sebagai Peter Parker/Spider-Man di Marvel Cinematic Universe, sementara Daisy Ridley menjadi pemeran utama sebagai Rey dalam trilogi sekuel Star Wars.
Kehadiran dua aktor tersebut membuat Chaos Walking sejak awal memiliki daya tarik komersial yang besar.
6. Tom Holland sempat mengalami cedera saat produksi
Salah satu fakta produksi yang menarik adalah Holland pernah mengalami hidung patah pada minggu pertama syuting setelah terkena pukulan dari pemeran pengganti dalam sebuah adegan perkelahian.
Fakta tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah adegan aksi film membutuhkan tuntutan fisik yang cukup besar.
Mengapa Konsep Chaos Walking Menarik?
Di balik aksi dan petualangan, Chaos Walking sebenarnya mempunyai gagasan yang cukup relevan dengan kehidupan manusia modern: informasi tidak selalu sama dengan kebenaran.
The Noise membuat isi pikiran terlihat, tetapi pikiran manusia sendiri tidak selalu objektif.
Seseorang bisa memikirkan sesuatu yang tidak benar.
Seseorang bisa membayangkan sesuatu tanpa pernah melakukannya.
Seseorang juga bisa memiliki ketakutan yang tidak pernah ia ungkapkan.
Karena itu, dunia Chaos Walking secara menarik membalik gagasan tentang privasi.
Di dunia nyata, kita biasanya takut karena orang lain tidak mengetahui isi pikiran kita. Dalam dunia Todd, justru masalahnya adalah orang lain dapat melihat sebagian dari apa yang ada di dalam kepala kita.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menciptakan masyarakat yang lebih jujur.
Sebaliknya, kekuasaan masih dapat memanfaatkan ketakutan, informasi, dan persepsi untuk mengendalikan masyarakat.
Chaos Walking dan Tema Kedewasaan
Todd juga dapat dilihat sebagai representasi seseorang yang sedang memasuki masa dewasa.
Ia tumbuh dengan cerita yang diberikan kepadanya.
Kemudian sebuah peristiwa besar memaksanya mempertanyakan semuanya.
Dalam perspektif tersebut, perjalanan Todd bukan hanya soal menyelamatkan Viola atau melarikan diri dari bahaya. Ia sedang belajar bahwa menjadi dewasa berarti mampu mempertanyakan informasi yang selama ini dianggap sebagai kebenaran.
Itulah sebabnya kisah Chaos Walking memiliki elemen coming-of-age yang cukup kuat di balik lapisan fiksi ilmiahnya. Sumber novelnya sendiri menekankan tema ketakutan, pelarian, dan perjalanan menemukan jati diri.
Kesimpulan: Chaos Walking menawarkan perpaduan antara fiksi ilmiah, distopia, aksi, misteri, dan drama coming-of-age melalui dunia yang memiliki satu konsep utama: pikiran manusia dapat terdengar oleh orang lain.
Tom Holland memerankan Todd Hewitt, pemuda yang harus mempertanyakan dunia tempat ia dibesarkan, sedangkan Daisy Ridley memainkan Viola, sosok misterius yang kedatangannya mengguncang keseimbangan New World.
Di sisi lain, Mads Mikkelsen sebagai Mayor Prentiss memberikan wajah bagi konflik kekuasaan yang dihadapi keduanya.
Disutradarai Doug Liman dan diadaptasi dari novel Patrick Ness, Chaos Walking akhirnya dirilis pada 5 Maret 2021 setelah melalui perjalanan produksi yang panjang.
Yang membuat film ini tetap menarik untuk dibahas bukan hanya jajaran pemainnya, melainkan pertanyaan yang berada di balik konsep The Noise: jika semua orang dapat mendengar pikiran kita, apakah dunia benar-benar menjadi lebih jujur—atau justru semakin kacau?
(berbagaisumber/hm27)




















