Monday, August 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi, Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir

Mistar.idSenin, 17 Agustus 2026 pukul 14.12 WIB
wisata_petik_melon_dan_reopening_kafe_inklusi_pertamina_perkuat_pemulihan_mitra_binaan_pascabanjir_

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah bersama stakeholder membuka wisata petik melon di Kampung Tanjung Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang. Pertamina EP Rantau Field bagian Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 merancang Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) untuk membantu mitra binaan kembali mandiri pascabanjir. (Foto: Dokumentasi Pertamina EP Rantau Field)

news_banner

Aceh Tamiang, MISTAR.ID - Pertamina EP Rantau Field menggelar wisata petik melon di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh dan re-opening Kafe Inklusi, Karang Baru, Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan melanjutkan pemulihan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dirancang membantu mitra binaan kembali mandiri.

Melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan, upaya pemulihan tidak berhenti ketika bantuan selesai disalurkan. Pertamina EP Rantau Field terus melakukan pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk membangun kembali kehidupan sekaligus fondasi ekonomi dan sosial mereka.

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan bantuan yang disalurkan perusahaan pascabanjir bandang November 2025 menjadi langkah awal membantu masyarakat untuk pulih. Akan tetapi, perusahaan perlu mendorong agar warga sekitar operasional terus tumbuh dan mandiri lewat berbagai program pemberdayaan.

"Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan ini sebagai wujud nyata perusahaan memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, Kelompok Tani Melon Mutiara dan Kafe Inklusi harus menjaga semangat untuk belajar dan mengembangkan usahanya. Keberhasilan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder seperti pemerintah, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.

"Kami berharap mitra binaan bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi program PPM dibangun bersama masyarakat, bukan dibangun oleh Pertamina sendiri," katanya.

Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengawali Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui social mapping dan potential mapping untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi yang dimiliki masyarakat masing-masing.

Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan program sekaligus pendampingan selama tiga sampai lima tahun. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan bisa mengelola dan mengembangkan program secara mandiri setelah masa pendampingannya berakhir.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Melon Mutiara menuturkan sangat mustahil bisa pulih lebih cepat tanpa bantuan dari Pertamina EP Rantau Field. Sebab, banjir setinggi lima meter meninggalkan endapan lumpur setinggi 70 sentimeter. Kala itu, seluruh media tanam sudah hancur.

"Jujur saja kalau secara mandiri kami mustahil bisa bangkit kembali. Semua yang kami miliki sudah hancur. Modal habis, peralatan pertanian juga hancur. Banjir ini membuat kami banyak kehilangan harta benda," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN