Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi, Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir

Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah bersama stakeholder membuka wisata petik melon di Kampung Tanjung Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang. Pertamina EP Rantau Field bagian Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 merancang Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) untuk membantu mitra binaan kembali mandiri pascabanjir. (Foto: Dokumentasi Pertamina EP Rantau Field)
Tidak lama setelah banjir, Pertamina EP Rantau Field menyokong seluruh kebutuhan mulai dari pengolahan kembali media tanam yang rusak, penyediaan bibit melon Golden Alisha. Bahkan, seluruh sarana dan prasarana turut didukung.
Lebih lanjut ia bilang, target produksi melon Golden Alisha naik dibandingkan tahun lalu. Mereka memprediksi panen melon akan mencapai 2,5 hingga 3 ton.
"Tahun lalu kita panen 1,8 ton, tetapi tahun ini lebih tinggi yakni 2,5 sampai 3 ton. Kami terus belajar teknologi pertanian agar hasil panen bisa terus lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin belajar tentang melon bisa datang ke kebun," ungkapnya.
Kelompok Tani Melon Mutiara memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1.200 meter persegi) untuk menanam melon Golden dengan sistem polybag ukuran 50x60 sentimeter. Adapun jarak tanam rapat dan jalur antarbaris selebar 1,5 meter.
Menurutnya, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag ini bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam. Dengan biaya media tanam Rp8.000 per polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per siklus budidaya hanya berkisar Rp400-500 rupiah. (ril)
























