Ratusan Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Bakat pada Hari Anak Nasional bersama Pertamina EP Rantau Field

Sebanyak 120 anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang memperingati Hari Anak Nasional. Dalam kesempatan itu, mereka aktif mengikuti serangkaian acara dan memperlihatkan bakat seni di hadapan tamu undangan. (Foto: Dokumentasi Pertamina EP Rantau Field)
Aceh Tamiang, MISTAR.ID - Sebanyak 120 anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama Pertamina EP Rantau Field. Anak-anak bersama orang tua mereka tampak riang mengikuti serangkaian acara mulai dari senam ceria, lomba mewarnai, hingga penampilan bakat siswa dan siswi.
Sebelum acara dimulai, puluhan anak berkebutuhan khusus berjajar rapi menyambut kedatangan Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir. Para anak begitu antusias menyalami para tamu yang hadir.
Tomi Wahyu Alimsyah mengawali interaksi dengan anak-anak menggunakan bahasa isyarat yang sengaja ia pelajari sebelum acara tersebut.
"Setiap anak adalah lentera bagi kehidupan dan bangsa ini. Setiap anak adalah berharga untuk meraih masa depannya. Tugas kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapat lingkungan yang inklusif, mendapat kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya," ujarnya saat memberikan kata sambutan.
Ia menyampaikan, Pertamina EP Rantau Field berkomitmen melaksanakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM), salah satunya melalui program perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selama beberapa tahun ini, Pertamina EP Rantau menjalankan berbagai program di SLBN Pembina Aceh Tamiang untuk menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi anak-anak.
"Program-program yang kita jalankan bersama SLBN berkaitan dengan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak serta memperkuat kapasitas guru, seperti Program Kelas Berdaya. Program-program ini merupakan wujud keberpihakan terhadap anak berkebutuhan khusus agar tetap memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi dan mengembangkan potensinya," katanya.
Adapun tema acara Hari Anak Nasional (HAN) ini adalah "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya." Sebanyak 120 siswa SLBN setingkat SD, SMP, dan SMA bersama 70 tenaga pendidik berpartisipasi aktif mengisi serangkaian acara. Karena itu, para pemangku kepentingan yang hadir begitu menikmati suguhan penampilan seni dan fashion show.
Pada penghujung acara, Sayed Rahmad Tuikram, bocah berkebutuhan khusus tunanetra, menyanyikan sejumlah lagu yang mengundang decak kagum banyak orang. Lagu Ayah yang dinyanyikannya membuat tidak sedikit tamu undangan menyeka air mata.
Sayed Rahmad Tuikram sejak kecil sudah yatim. Ketika berusia enam tahun, ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kelenjar getah bening. Ia selalu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an tatkala merindukan sosok ayah.
Lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan ramah anak di SLBN Pembina Aceh Tamiang mengantarkan Sayed Rahmad Tuikram meraih Juara I kategori Vocal Solo Putra pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Aceh. Pertamina EP Rantau Field akan terus konsisten mendukung berbagai kegiatan positif lewat program-program yang telah dirancang sesuai kebutuhan anak.
Sementara itu, Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir, menceritakan kisah hidupnya merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus. Setiap hari, ia menjadi seorang ibu sekaligus guru yang mendidik anaknya dengan penuh kesabaran.
"Tidak berbeda dengan ibu-ibu semua, Allah menitipkan (pada saya) seorang anak berkebutuhan khusus. Sudah almarhum di usia 23 tahun. Saya memahami kondisi ibu-ibu semua karena saya juga guru bagi anak saya di rumah," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada masa konflik Aceh belum ada SLBN. Kini, SLBN sudah tersedia di banyak kabupaten. Karena itu, ia mendukung pendirian SLBN di lebih banyak daerah agar setiap anak bisa tumbuh dan mengembangkan bakatnya.
"Saya bahagia bisa merayakan Hari Anak Nasional di SLBN Pembina Aceh Tamiang. Harusnya saya memperingati Hari Anak di Banda Aceh, tetapi saya memilih di sini sesuai janji saya akan kembali ke sekolah ini. Saya senang bisa menyaksikan anak-anak tampil memperlihatkan kreativitasnya," katanya. (ril)






















