Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

RI Butuh Investasi Rp14.369 Triliun untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Mistar.idKamis, 2 Juli 2026 pukul 06.00 WIB
ri_butuh_investasi_rp14369_triliun_untuk_capai_pertumbuhan_ekonomi_8_persen

Chief Executive Officer (CEO) INA, Oki Ramadhana. (foto: detik/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Indonesian Investment Authority (INA) menyatakan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, Indonesia membutuhkan investasi dalam jumlah besar, yakni sekitar US$800 miliar atau setara Rp14.369 triliun dengan asumsi kurs Rp17.962 per dolar AS.

Chief Executive Officer (CEO) INA, Oki Ramadhana, mengatakan capaian investasi tersebut tidak dapat hanya mengandalkan investor domestik. Menurutnya, peran investor asing sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.

"You can see as a basic, tapi this is fundamental juga. Jadi target kita sampai 8% by 2029, dan itu butuh US$800 billion untuk bisa tumbuh di level tersebut. Penggeraknya tentu global investment, karena dana lokal saja tidak cukup," ujar Oki dalam media briefing di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) dapat menjadi katalis penting dalam pengembangan berbagai sektor, mulai dari teknologi, industri, hingga infrastruktur.

Selain itu, investasi asing juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kinerja ekspor. "FDI menjadi salah satu catalyst yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih cepat," katanya.

Oki menambahkan, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang relatif kuat untuk menarik minat investor global, terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas rata-rata global serta inflasi yang terkendali.

Ia juga menyebutkan, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor global di Amerika Serikat, minat terhadap Indonesia cukup tinggi, termasuk dari Global Infrastructure Fund.

"Mereka sangat antusias dan proaktif melihat peluang di Indonesia. Cara investor global memandang Indonesia saat ini sangat positif," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN