Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Program Makan Bergizi Gratis Picu Lonjakan Konsumsi Daging Sapi di Sumut

Mistar.idSenin, 24 November 2025 pukul 14.41 WIB
program_makan_bergizi_gratis_picu_lonjakan_konsumsi_daging_sapi_di_sumut

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh pemerintah telah memicu lonjakan signifikan dalam konsumsi daging sapi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam tiga bulan terakhir. Peningkatan permintaan ini, menurut pengamatan ekonomi, telah mengubah pola produksi daging sapi di daerah tersebut.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyampaikan bahwa hasil observasi di lapangan menunjukkan adanya kenaikan konsumsi daging sapi yang melonjak signifikan.

"Berdasarkan hasil perhitungan saya, ada kenaikan produksi daging sapi hampir 19 ton setiap bulannya. Atau terjadi kenaikan sekitar 15 persen konsumsi daging sapi sejalan dengan semakin banyaknya dapur MBG belakangan ini," kata Gunawan, Senin (24/11/2025).

Meskipun terjadi lonjakan konsumsi, data menunjukkan bahwa harga daging sapi terpantau bergerak stabil, hal ini dikarenakan pasokan daging sapi yang elastis dan mampu menyesuaikan antara permintaan (demand) dengan pasokan (supply).

Menariknya, kenaikan konsumsi ini ternyata tidak sepenuhnya berasal dari sektor rumah tangga atau komersial umum.

"Meski demikian, jika dilihat dari sisi penjualan di level pedagang pengecer, tidak terdapat perubahan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi masyarakat seperti untuk kebutuhan rumah tangga, rumah makan/restoran hingga pedagang bakso masih stagnan," ucapnya.

Dengan demikian, MBG secara khusus telah mengubah pola produksi yang signifikan dan berpeluang terus meningkat jika pemerintah membuka lebih banyak dapur MBG di tahun depan.

Gunawan memproyeksikan bahwa kenaikan konsumsi ini tidak akan banyak mengubah harga daging sapi ke depan. Alasannya, pasokan sapi indukan masih bisa disesuaikan dengan cepat untuk mengimbangi peningkatan konsumsi.

"Kenaikan konsumsi ini berpeluang tidak banyak merubah harga daging sapi ke depan. Kalaupun daging sapi berpeluang untuk alami kenaikan, maka diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan realisasi harga saat ini dalam rentang Rp110 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram (kg)," ujarnya.

Kenaikan harga, jika terjadi, diproyeksikan hanya terbatas sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kg, dan kemungkinan besar lebih disebabkan oleh kenaikan harga pakan yang juga mengalami kenaikan belakangan ini. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN