RLCO Tawarkan 625 Juta Saham, Target Raih Hingga Rp105 Miliar dari IPO

Ilustrasi PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). (foto:ajaib/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Emiten pengolahan sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), Senin (24/11/2025).
Berdasarkan prospektus di laman e-IPO, perseroan akan melepas maksimal 625 juta saham, setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Pada masa penawaran awal (bookbuilding), RLCO menetapkan harga penawaran di kisaran Rp150–Rp168 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp93,75 miliar hingga Rp105 miliar.
Alokasi Dana IPO untuk Pembelian Sarang Burung Walet
RLCO menyampaikan bahwa setelah dikurangi biaya IPO, sekitar 56,33% dana akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku sarang burung walet. Sementara 43,67% lainnya akan disetorkan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) dalam bentuk penyertaan modal yang juga digunakan untuk pembelian bahan baku.
“Perseroan menggunakan dana hasil penawaran umum untuk modal kerja mengingat tingkat utilitas pabrik saat ini masih belum optimal,” tulis manajemen dalam prospektus.
Melalui tambahan modal tersebut, RLCO berharap dapat meningkatkan kapasitas operasional dan produktivitas pabrik, sehingga dapat mendorong pertumbuhan pendapatan.
Performa Keuangan RLCO Menguat
Per 31 Mei 2025, RLCO mencatatkan penjualan sebesar Rp231,31 miliar, naik 47,56% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai Rp156,76 miliar.
Dari sisi laba bersih periode berjalan, perusahaan membukukan Rp12,38 miliar, melesat 579,39% YoY dibandingkan Rp1,82 miliar pada Mei 2024.
RLCO yang telah berdiri sejak 2014 menjalankan usaha utama berupa pembibitan, budidaya, pembersihan, pengolahan, dan pengemasan sarang burung walet. Selain itu, RLCO juga bergerak pada segmen perdagangan daging sapi, ayam, ikan, serta industri pengolahan dan pengawetan hasil ternak hingga produk susu.
Di pasar internasional, RLCO telah mengekspor produk ke China, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Hingga Mei 2025, RLCO memiliki kapasitas produksi sebagai berikut 32 ton sarang burung walet, 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit jelly, dan 1,29 juta unit powder.
Portofolio produk perusahaan meliputi minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, hingga nutrisi berbasis protein.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Perseroan bertransformasi dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk superfood melalui anak usaha,” tulis manajemen.
Jadwal IPO RLCO
Penawaran awal: 24–26 November 2025
Masa penawaran umum: 2–4 Desember 2025
Penjatahan: 4 Desember 2025
Pencatatan di BEI: 8 Desember 2025
PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sementara penjamin emisi lainnya akan diumumkan kemudian.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. (hm16)
NEXT ARTICLE
Harga Jagung Pipil Tembus Rp7.500 per KilogramBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















