Perkuat Pasokan Energi, Indonesia Jajaki Impor Minyak dari Rusia dan Brunei

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah membuka peluang impor minyak dari berbagai negara di luar kawasan Timur Tengah dan Amerika Serikat. Salah satu negara yang dipertimbangkan adalah Rusia.
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini berfokus pada ketersediaan pasokan dan harga yang kompetitif. Ia menegaskan semua negara berpotensi menjadi sumber impor selama memenuhi dua kriteria tersebut.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan kerja sama dengan Rusia, Bahlil menegaskan opsi tersebut tetap terbuka. Ia juga menyinggung Amerika Serikat kini mulai membuka hubungan energi dengan Rusia.
Selain Rusia, pemerintah juga tengah menjajaki peluang impor minyak dari Brunei Darussalam. Pembahasan ini dilakukan dalam pertemuan antara Bahlil dan Deputy Minister (Energy) di Kantor Perdana Menteri Brunei, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah, di sela forum energi kawasan di Tokyo, Jepang.
Bahlil menyebut penjajakan tersebut sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional agar tetap stabil dan aman.
Di sisi lain, Brunei menunjukkan ketertarikan terhadap langkah Indonesia dalam mengembangkan diversifikasi energi, khususnya energi baru dan terbarukan (EBT). Selama ini, Brunei masih mengandalkan gas sebagai sumber utama pembangkit listrik, dengan porsi mencapai 99 persen.
Negara tersebut kini berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya hingga lima kali lipat, atau menambah sekitar 4 gigawatt (GW) dari kapasitas saat ini sebesar 1 GW.
Bahlil menilai kondisi ini sebagai peluang besar untuk memperkuat kerja sama energi di kawasan, sekaligus mendorong transformasi energi yang lebih berkelanjutan.


















