Penumpang Pesawat di Sumut Turun, Arus Keberangkatan Kapal Laut Melonjak 139 Persen

Aktivitas calon penumpang saat berjalan membawa barang bawaan di area koridor terminal keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu. (foto: dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat adanya tren penurunan pada sektor transportasi angkutan udara, baik untuk rute domestik maupun luar negeri sepanjang April 2026.
Kondisi kontradiktif justru terjadi pada lini transportasi laut, di mana arus keberangkatan penumpang antar-pulau melalui Pelabuhan Belawan mengalami lonjakan yang masif.
Kepala BPS Provinsi Sumut, Asim Saputra, memaparkan bahwa penurunan jumlah penumpang pesawat ini terjadi secara simultan, baik untuk arus keberangkatan (departure) maupun kedatangan (arrival) di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.
Asim mengungkapkan, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatera Utara melalui Bandara Kualanamu selama April 2026 tercatat sebanyak 187.762 orang.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,20 persen jika dibandingkan dengan capaian Maret 2026 yang mencapai 202.322 orang.
Secara kumulatif, performa caturwulan pertama (Januari–April 2026) untuk penumpang domestik yang berangkat berada di angka 769.174 orang, atau menyusut 2,52 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 789.020 orang.
Penurunan lebih tajam terjadi pada arus kedatangan domestik April 2026 yang merosot 30,07 persen secara bulanan menjadi 160.577 orang.
"Tren penurunan pergerakan ini bukan cuma melanda rute penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan luar negeri. Penumpang tujuan internasional pada April 2026 turun 5,64 persen menjadi 94.353 orang dibandingkan bulan sebelumnya," kata Asim, Selasa (9/6/2026).
Sementara itu, arus kedatangan penumpang dari luar negeri pada April 2026 juga melorot hingga 19,06 persen menjadi 89.321 orang.
Di tengah lesunya bisnis penerbangan, moda transportasi laut melalui Pelabuhan Belawan, Medan, justru menunjukkan kinerja yang sangat impresif.
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri (antar-pulau) yang berangkat pada April 2026 melonjak hingga 139,33 persen menjadi 28.571 orang dibandingkan Maret yang hanya 11.938 orang.
Secara kumulatif, arus keberangkatan jalur laut sepanjang Januari hingga April 2026 menembus 74.033 orang atau tumbuh 23,99 persen secara tahunan.
Namun, berbeda dengan arus kedatangan penumpang laut pada April 2026 yang menyusut 34,18 persen secara bulanan menjadi 16.967 orang.
"Lonjakan masif pada arus keberangkatan penumpang laut ini mencerminkan adanya pergeseran preferensi moda transportasi masyarakat yang memilih jalur laut sebagai alternatif mobilitas antar-pulau pada periode pasca-Lebaran, kemungkinan besar dipicu oleh faktor efisiensi biaya perjalanan," ucap Asim.
Selain pergerakan manusia, BPS Sumut turut memetakan kinerja lalu lintas logistik dan distribusi barang melalui pelabuhan laut. Pada April 2026, volume kegiatan muat barang antar-pulau tercatat sebesar 38.705 ton atau turun tipis 5,62 persen dibandingkan Maret yang berada di angka 41.011 ton.
Untuk aktivitas pembongkaran komoditas atau barang di Pelabuhan Belawan, performa bulanan April 2026 juga tercatat menyusut 11,64 persen menjadi 405.285 ton dari bulan sebelumnya.
Meski demikian, jika ditarik secara agregat kumulatif sepanjang caturwulan pertama (Januari–April 2026), kinerja arus bongkar barang di Sumatera Utara tetap tumbuh positif sebesar 11,96 persen menjadi 1.622.490 ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 1.449.111 ton. Hal ini menandakan aktivitas serapan pasokan bahan baku dan logistik masuk ke Sumut masih bergerak dinamis. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























