Pemko Siantar dan BI Perkuat Ketahanan Ekonomi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Internet/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat berbagai langkah menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi memengaruhi harga barang, aktivitas usaha, dan daya beli masyarakat.
Kepala Bagian Ekonomi (Kabag Ekonomi) Setdako Pematangsiantar, Sari Dewi Damanik, mengatakan dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan oleh satu sektor, melainkan hampir seluruh bidang ekonomi.
"Tentu saja bukan hanya satu sektor yang berdampak, tapi semua. Di daerah, kita hanya bisa memaksimalkan peran Pemda selaku pembuat kebijakan internal," ujar Sari, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah terus mengoptimalkan kebijakan yang menjadi kewenangannya, sementara pemerintah pusat berperan melalui kebijakan fiskal dan berbagai program strategis nasional guna menjaga stabilitas ekonomi.
"Untuk Pemko, sedang support bersama Bank Indonesia (BI) pada program lima langkah bertahan dalam pertumbuhan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Pemko Pematangsiantar juga mendukung program BI yang berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan daerah. Salah satunya melalui upaya menjaga ketersediaan likuiditas agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha dapat terpenuhi.
Selain itu, BI dan pemerintah daerah mendorong penguatan insentif likuiditas makroprudensial guna meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa, konstruksi, perumahan, dan UMKM.
Langkah lainnya adalah memberikan ruang yang lebih luas bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan, memperkuat kolaborasi melalui Program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), serta mempercepat digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran melalui pemanfaatan QRIS.
Untuk hari ini, Senin (8/6/2026), nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar Amerika Serikat. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pemotongan Sapi Kurban Naik 2,38 Persen, Sinyal Daya Beli Warga Sumut Mulai TertekanBERITA TERPOPULER























