Ketahanan Perekonomian Indonesia Dinilai Cukup Baik, UMKM Menjadi Pilar Penting

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (25/7/2026) – Di tengah ketidakpastian perekonomian global, perekonomian Indonesia disebut tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono mengatakan, hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di triwulan pertama 2026 dan inflasi yang terjaga di 3,08 persen pada Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional. Maka dari itu, penguatan daya saing, perluasan akses pasar, digitalisasi UMKM menjadi agenda strategis yang terus didorong Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank Indonesia memperkuat kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM dan akselerasi digitalisasi ekonomi, di antaranya:
1. Melalui kebijakan likuiditas makroprudensial Bank Indonesia memberikan insentif kepada perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas termasuk UMKM.
2. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan daya saing UMKM. Di Sumut, program pengembangan UMKM di branding dengan nama program Mangulosi.
3. Sistem pembayaran digitalisasi melalui sistem QRIS terus menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga triwulan pertama 2026, jumlah merchant QRIS di Sumut telah mencapai sekitar 1,73 juta pedagang.
“Sejalan dengan target nasional Bank Indonesia untuk mencapai sekitar 60 juta pengguna QRIS pada tahun ini,” katanya dalam pembukaan KKSU 2026 di Deli Park Mall Medan, Sabtu (25/7/2026).
Perluasan akseptasi QRIS termasuk fitur QRIS Tap, QRIS Cross Border juga terus didorong sebagai instrumen penting guna meningkatkan efisiensi transaksi memperluas jangkauan pasar UMKM, memperluas inklusi keuangan, serta memperluas akses pembiayaan melalui credit scoring berbasis data pembayaran.
Selain itu, BI melalui Kantor Perwakilan Sumut disebut akan terus berkomitmen mengawal UMKM binaan dan mitra strategis dengan bauran kebijakan yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
“Besar harapan kami penyelenggaraan KKSU 2026 ini dapat menjadi ajang inspiratif bagi lahirnya ide-ide segar baru dari para pelaku ekonomi kreatif Sumatera itu sendiri, sekaligus menjadi jembatan yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan mitra dagang dan pasar yang lebih luas baik nasional maupun internasional,” ujarnya. (*)
PREVIOUS ARTICLE
KKSU 2026 Catat Transaksi Bisnis Rp83 Miliar, Pertemukan UMKM Sumut dengan Global Buyer dan InvestorBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























