Saturday, July 25, 2026
home_banner_first
EKONOMI

KKSU 2026 Catat Transaksi Bisnis Rp83 Miliar, Pertemukan UMKM Sumut dengan Global Buyer dan Investor

Mistar.idSabtu, 25 Juli 2026 pukul 20.13 WIB
kksu_2026_catat_transaksi_bisnis_rp83_miliar_pertemukan_umkm_sumut_dengan_global_buyer_dan_investor

Foto bersama pada pembukaan KKSU Sumut 2026 (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (25/7/2026)–Kegiatan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berhasil catatkan transaksi bisnis yang fantastis.

Berdasarkan data hingga menjelang penutupan acara KKSU yang berlangsung sejak 15-26 Juli 2026 itu, nilai kerja sama perdagangan (business matching) antara UMKM binaan dengan global buyer, agregator dan perhotelan berhasil menembus angka Rp83 miliar.

Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Sumut, Ameriza M. Moesa menyebutkan, selain itu, penyaluran kredit pembiayaan juga tercatat mencapai Rp22 miliar, sementara total penjualan retail langsung di lokasi acara mencapai Rp900 juta.

Pencapaian ini, kata Ameriza, tentunya menjadi motivasi bersama untuk terus memperkuat komitmen dan upaya dalam membawa produk lokal khususnya Sumut, bisa tampil mendunia.

“UMKM juga diharapkan mampu menembus pasar-pasar internasional, UMKM dapat terbiayai dan juga terhubung dengan pasar-pasar yang lebih luas,” ujarnya pada pembukaan KKSU 2026 di Deli Park Mall Medan, Sabtu (25/7/2026) sore.

Ia menjelaskan, pelaksanaan KKSU ke-6 ini membuka berbagai kegiatan utama di antaranya Sumatera Coffee Journey, Medan Fashion Trend, Edukasi dan Literasi serta Bazar Makanan dan Kuliner Khas Daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan bahwa kegiatan seperti KKSU menjadi sebuah peluang yang sangat dibutuhkan para pelaku UMKM, untuk bertemu dengan investor dan industri sehingga produk lokal dapat menembus pasar global, di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

“Kalau tahun ini ada lebih dari 300 UMKM yang terlibat, kami berharap tentunya bisa semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dan bertemu jodohnya untuk investor, untuk pengembangan bisnis,” tutur Bobby.

Bobby mengatakan bahwa produk UMKM Sumut, baik itu wastra maupun kuliner, dapat bersaing di tingkat Pulau Sumatera, nasional bahkan global. Para pelaku UMKM juga diimbau untuk mempromosikan produk bukan hanya kepada konsumen langsung tetapi juga ke para investor maupun industri.

Ia juga mengingatkan agar bukan hanya sekadar kualitas produk saja yang ditingkatkan, tetapi juga membangun branding di mana ketika barang tersebut belum dibuat tetapi orang sudah tahu bahwa kualitas produk UMKM lokal sudah memiliki standar yang tinggi dan baik. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN