OJK Catat Lonjakan Investor Saham di Sumut, Medan Penyumbang Terbesar

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK OJK Sumut, Yusri, memberikan sosialisasi mengenai pasar modal kepada ratusan prajurit TNI AL di Mako Kodamar I. (Foto: Dokumentasi OJK Sumut)
Medan, MISTAR.ID
Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut)mencatat, hingga Maret 2026, jumlah investor yang memiliki Single Investor Identification (SID) di wilayah ini telah mencapai 916 ribu investor.
Pertumbuhan jumlah investor ini dibarengi dengan nilai transaksi yang fantastis, di mana total nilai pembelian saham di Sumut secara keseluruhan menyentuh angka Rp12,20 triliun.
Kota Medan tetap menjadi kontributor terbesar bagi aktivitas pasar modal di Sumut. Dari total investor yang ada, sebanyak 301 ribu SID tercatat berada di Kota Medan dengan nilai pembelian saham mencapai Rp7,78 triliun. Angka ini merepresentasikan lebih dari separuh total nilai transaksi saham di seluruh provinsi.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut, Yusri, menilai peningkatan ini menjadi indikator positif terhadap literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Peningkatan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin tingginya minat dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan instrumen investasi pasar modal sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Yusri.
Data perkembangan pasar modal tersebut dipaparkan di sela-sela kegiatan Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 tingkat Provinsi Sumut. Kali ini, OJK menggandeng TNI AL untuk memperkuat perlindungan konsumen dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal.
Wakil Komandan Kodamar I, Brigadir Jenderal TNI Marinir Ali Bahar Saragih, menekankan bahwa kebijakan mengelola keuangan adalah bagian dari ketangguhan seorang prajurit.
“Seorang prajurit TNI yang tangguh bukan hanya kuat di medan tempur, tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan serta menjaga integritas diri dari godaan instan yang merusak (investasi bodong),” ucap Brigjen Ali Bahar di hadapan 500 peserta yang terdiri dari prajurit, PNS, dan anggota Jalasenastri.
Selain mengenalkan investasi saham sebagai pilihan masa depan, OJK juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas. Mengingat tingginya nilai transaksi di pasar modal Sumut, risiko kejahatan digital dan penawaran investasi ilegal juga berpotensi meningkat.
OJK mengajak seluruh masyarakat, termasuk keluarga besar TNI AL, untuk memastikan bahwa setiap instrumen investasi yang dipilih merupakan lembaga yang legal dan diawasi oleh OJK.
Dengan literasi yang kuat, diharapkan masyarakat Sumut tidak hanya menjadi investor yang aktif, tetapi juga investor yang cerdas dalam menghindari jeratan skema penipuan keuangan. (hm25)





















