Menanti Arah Harga Emas Menjelang Keputusan The Fed

Emas. (Foto: Pegadaian)
Jakarta, MISTAR.ID – Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Harga emas kembali berada di US$4.283,97 per troy ons atau turun 0,20%.
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil (yield) Treasury membuat investor dan trader berhati-hati. Di saat yang sama, kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi serta ekspektasi terhadap keputusan suku bunga The Fed pada Kamis (17/9/2026).
"Harga energi yang lebih tinggi memicu inflasi. Inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong suku bunga naik. Ini tidak baik bagi emas," kata Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist StoneX, kepada Reuters.
Pelaku pasar kini menunggu keputusan The Fed. Pasar memperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen, sekaligus memberikan sinyal pengetatan lebih lanjut.
Penguatan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, yield Treasury AS bertenor 10 tahun telah mencapai level tertinggi sejak 2007.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Namun, meningkatnya yield pada aset bebas risiko seperti Treasury dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
"Sebagian besar risiko The Fed yang hawkish tampaknya sudah diperhitungkan. Namun, emas tetap rentan jika pembuat kebijakan mengisyaratkan suku bunga akan bertahan lebih tinggi dalam waktu lama," tulis analis ING. (Reuters)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Minyak Mentah Dunia Naik 2,9 Persen







































