IHSG Anjlok 0,32% ke 5.355,65, Asing Jual Bersih Rp578 Miliar di Sesi I

Ilustrasi IHSG anjlok (Foto: AI)
Jakarta, MISTAR.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,32% atau 17,45 poin ke level 5.355,65 pada perdagangan sesi I, Selasa (27/10/2026). Tekanan jual investor asing mencapai Rp578,3 miliar di seluruh pasar.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang 5.338,04 hingga 5.418,14. Total nilai transaksi tercatat Rp5,68 triliun dengan volume perdagangan mencapai 15,92 miliar saham.
Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan pada mayoritas indeks sektoral. Sektor infrastruktur turun 1,24%, sedangkan teknologi melemah 1,2%.
Sebaliknya, sektor industri menguat 1,37% dan barang baku naik 0,36%. Namun, penguatan kedua sektor tersebut belum mampu menahan pelemahan indeks utama.
Saham BMRI dan DCII Bebani IHSG
Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pemberat utama IHSG pada sesi pertama.
Saham DCII turun 2,76% dan memberikan tekanan sebesar 5,08 poin terhadap indeks. Sementara itu, BMRI melemah 1,53% dengan kontribusi penurunan 4,78 poin.
Tekanan juga terlihat dari aktivitas investor asing. Berdasarkan volume perdagangan, investor asing mencatat penjualan bersih sebanyak 1,31 miliar saham.
Daftar Saham yang Diborong Asing
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan pembelian bersih investor asing. PT Timah Tbk (TINS) memimpin daftar net foreign buy dengan nilai Rp19,02 miliar.
Berikut lima saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada sesi I:
- TINS: Rp19,02 miliar
- ADRO: Rp14,97 miliar
- ASII: Rp12,84 miliar
- WIFI: Rp10,74 miliar
- JSMR: Rp7,47 miliar
BMRI Pimpin Daftar Jual Bersih Asing
Di sisi lain, saham perbankan mendominasi daftar penjualan bersih investor asing. BMRI mencatatkan net foreign sell terbesar sebesar Rp153,43 miliar.
Berikut lima saham dengan penjualan bersih asing terbesar:
- BMRI: Rp153,43 miliar
- BRIS: Rp71,72 miliar
- BBCA: Rp65,4 miliar
- TLKM: Rp55,41 miliar
- TPIA: Rp46,36 miliar
Data perdagangan sesi pertama menunjukkan tekanan jual asing masih membayangi pasar saham domestik. Meski sejumlah saham mencatatkan pembelian bersih, pelemahan mayoritas sektor membuat IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan sesi I.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Cabai Merah Naik di Medan, Pengamat Ungkap PenyebabnyaBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER











































