Gubernur BI Mundur Mendadak, Rupiah Tertekan ke Rp17.915

Perry Warjiyo. (Foto: CNN Indonesia)
Medan, MISTAR.ID — Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengundurkan diri, Senin (27/7/2026). Imbas pengunduran diri ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah ke level Rp17.915.
Melemahnya rupiah terjadi saat tensi Timur Tengah setelah AS menunda rencana serangan lanjutan ke Iran mereda. Kondisi ini juga membuat harga minyak mentah dunia jenis Brent turun menjadi 92,7 dolar AS per barel setelah sempat di level 100,81 dolar AS per barel.
"Sentimen positif ini tidak mampu mempengaruhi penguatan rupiah, fokus pelaku pasar sepenuhnya ke pengunduran Gubernur BI," kata Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin.
Anjloknya rupiah didominasi kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral ke depan. Transisi kepemimpinan memiliki potensi mengubah kebijakan strategis yang sudah menjadi jangkar stabilitas nilai tukar.
"Pasar sangat menanti kepastian terkait kebijakan pengendalian jumlah uang yang beredar. Di bawah kepemimpinannya, BI selalu aktif melakukan stabilisasi mata uang dan pengedaran uang melalui intervensi pasar obligasi," ucapnya.
Tak hanya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berdampak negatif di level 6.185. Pergerakan di zona merah berbanding terbalik dengan kondisi mayoritas bursa saham di Asia yang kompak menguat pada awal pekan akibat respons positif atas konflik Timur Tengah yang mereda.
"Meski sempat melemah, IHSG masih berpeluang berbalik arah dan kembali ke zona hijau selama perdagangan hari ini," ujarnya.[]






















