Friday, July 31, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Wajibkan Mitra Penggilingan Padi Tersertifikasi Mulai 2027

Mistar.idJumat, 31 Juli 2026 pukul 08.12 WIB
bulog_wajibkan_mitra_penggilingan_padi_tersertifikasi_mulai_2027

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) memeriksa langsung melakukan pemeriksaan langsung terhadap kualitas beras yang tersimpan di Gudang BULOG Argapura, Jayapura pada Senin (6/7/2026). (Foto: Dokumentasi Bea Cukai)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Perum Bulog akan mewajibkan seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon memiliki sertifikasi mulai 2027.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan sertifikasi menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan standar mutu penggilingan padi dan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.

"Nah, inilah kita lagi mengajak teman-teman penggilingan-penggilingan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena di tahun 2027 nanti, kami akan melaksanakan sertifikasi penggilingan-penggilingan padi. Tujuannya tidak lain dan bukan untuk meningkatkan kualitas," kata Rizal di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, hanya penggilingan padi yang lulus sertifikasi yang dapat menjadi mitra maklon Bulog. Sebaliknya, penggilingan yang tidak memenuhi standar tidak akan dapat bekerja sama dengan perusahaan.

"Sertifikasi menjadi instrumen penting untuk menjamin kemampuan penggilingan menghasilkan beras berkualitas. Kalau nanti sudah ada sertifikasi, penggilingan tersebut berhak menjadi mitra maklon Bulog. Kalau tidak lulus sertifikasi, berarti tidak memenuhi syarat menjadi mitra Bulog," ujarnya.

Rizal menegaskan Bulog kini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume penyerapan beras, tetapi juga memperkuat kualitas produk. Melalui kebijakan tersebut, Bulog ingin memastikan beras yang diproduksi mitra memiliki mutu yang baik, bersih, sehat, bebas bau, bebas kutu, dan layak dikonsumsi masyarakat.

"Intinya kualitas dari beras-beras Bulog ke depan semakin baik, kemudian berasnya sehat, bersih, tidak berbau, tidak berkutu. Harus betul-betul berkualitas beras yang kita berikan kepada rakyat," katanya.

Selain meningkatkan kualitas, Bulog juga tetap memprioritaskan penggilingan padi milik masyarakat sebagai mitra. Kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Bulog lebih banyak memberdayakan penggilingan kecil dibanding hanya mengandalkan penggilingan berskala besar dalam pengolahan Cadangan Beras Pemerintah.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, agar Bulog memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil yang miliknya masyarakat untuk menjadi lebih diberdayakan, hidup kembali. Karena di era-era yang lalu lebih cenderung menggunakan penggilingan-penggilingan besar," ujar Rizal.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dikonfirmasi terkait inspeksi mendadak di salah satu mitra maklon penggilingan padi di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Bulog mencatat jumlah mitra penggilingan padi yang telah bekerja sama secara nasional mencapai puluhan ribu unit. Jaringan tersebut dinilai semakin memperkuat pengolahan beras sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Wah, kalau nasional puluhan ribu yang sudah kami kerja samakan," kata Rizal. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN