Beras SPHP Kosong di Ritel Modern, Bulog Sumut Ungkap Sebabnya

Petugas yang sedang menyusun beras SPHP di Gudang Bulog Sumut. (Foto: Dokumentasi Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Terkait kekosongan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah ritel modern beberapa waktu belakangan, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) buka suara.
Kekosongan itu dipastikan bukan akibat dari kelangkaan stok beras, tapi menyangkut kendala administratif terkait sistem pembayaran dari ritel itu sendiri.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, ada keterlambatan pelunasan yang menjadi penundaan pasokan sementara ke gerai-gerai tertentu.
"Ada kaitannya dengan pembayaran yang belum dilakukan, jadi memang ada yang ditunda. Padahal, batas maksimal penundaan harus 7 hari. Tapi dari mereka mungkin ada kendala di sistem pembayaran, kita pastikan minggu ini distribusi SPHP ke ritel modern sudah lancar," katanya, Minggu (5/7/2026).
Untuk menyiasati kekosongan tersebut, Budi mengimbau masyarakat tidak panik. Ia tegas mengatakan, ketersediaan beras SPHP melimpah di jalur distribusi lainnya.
"Kalau di ritel modern lagi enggak ada, masyarakat bisa langsung ke pasar tradisional atau warung terdekat. Kita pastikan SPHP ada di sana," ucapnya.
Budi juga memaparkan pembaruan data terkait cadangan komoditas pokok yang berada dalam pengawasan Bulog Sumut. Secara keseluruhan, ketahanan pangan di Sumut masih aman dan terkendali.
Saat ini, komoditas beras memiliki stok sebanyak 51.150 ton yang terdiri dari stok eksisting 44.150 ton, ditambah pasokan masuk sebesar 7.000 ton. Jumlah tersebut diestimasikan cukup untuk sepekan.
Kemudian, stok minyakita saat ini 1,1 juta liter. Sedangkan gula pasir, menyentuh angka 850 ton di mana stok tersebut dinamis dan terus berputar ke masyarakat.
Menariknya, saat ditanya mengenaik stok gula pasir sebesar 850 ton cukup untuk berapa lama, Budi merespon dengan candaan yang mencairkan suasana. Menurutnya, sirkulasi gula di gudang Bulog dinamis karena tingginya permintaan dan pasokan yang terus masuk.
"Stok gula ini datang dan pergi seperti cintamu padaku. Intinya stok aman," ujar Budi dengan nada bercanda. (hm25)

























