BPS Sumut Maksimalkan Sisa Waktu Sensus Ekonomi 2026, Bisnis Online Jadi Perhatian

Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, dalam Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi 2026 di Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai memasuki hari-hari terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut maksimalkan sisa waktu pendataan untuk pastikan semua potensi ekonomi terkhusus yang berbasis digital, dapat terpotret dengan valid dan lengkap.
Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, menyoroti masifnya transformasi gaya hidup dan lanskap ekonomi masyarakat jika dibandingkan dengan Sensus Ekonomi periode sebelumnya pada tahun 2016.
Hal itu disampaikan Misfaruddin dalam Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi 2026 di Medan, Selasa (18/8/2026), yang dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sudah melahirkan ekosistem bisnis online yang harus tercatat dalam basis data negara.
"Kalau tahun 2016 kita pergi beli nasi ke kedai, mau beli camilan harus pergi ke toko atau supermarket. Sekarang jam 12 siang kita mau pesan makan siang, tinggal pesan dari ponsel. Kemajuan teknologi itu yang harus dicakup dalam Sensus Ekonomi 2026, kita usahakan agar tidak ada satu pun bisnis online di Sumut tertinggal dari pendataan," ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 dibuat agar dapat memberi landasan data yang kuat untuk perencanaan pembangunan daerah. Dengan melihat data riil di lapangan, BPS dapat menyajikan perbandingan struktur ekonomi masa lalu dan masa kini.
Pola transaksi dominan pada 2016 adalah transaksi konvensional seperti toko, kedai, dan supermarket. Sedangkan SE 2026 cenderung berbentuk digital, seperti e-commerce dan layanan pesan antar online.
Pada 2016, fokus pendataan berada pada pemetaan sektor usaha tradisional dan industri fisik. Sementara 2026 lebih ke perluasan pendataan pada ekonomi digital dan pekerja sektor mandiri.
Harapan output data 2016 hanya baseline struktur ekonomi daerah, namun 2026 lebih kepada pemetaan sektor unggulan baru dan rujukan kebijakan adaptasi teknologi.
"Harapan kita fungsi dan sektor ekonomi di Sumut bisa didapat secara utuh. Sehingga cerminan struktur ekonomi Sumut di tahun 2026 bisa dibandingkan dengan 2016. Dari data itu, maka akan terlihat sektor unggulan apa yang harus kita dukung dan kembangkan," ucapnya.
Misfaruddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan agar dapat bergandengan tangan menyukseskan tahap akhir Sensus Ekonomi 2026.
PREVIOUS ARTICLE
Rupiah Melemah 0,36 Persen ke Rp17.862 per Dolar AS























