BPS Pematangsiantar Jamin Data Sensus Ekonomi Tak Disalahgunakan

Kantor BPS Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar menjamin data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 akan hanya digunakan untuk kebutuhan statistik nasional, Kamis (16/7/2026).
Penanggung jawab Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Pematangsiantar, Eiren Royana Siahaan, mengatakan data yang nantinya diperoleh tidak akan diserahkan ke instansi perpajakan.
"Kami sangat berharap masyarakat bisa menerima petugas sensus dengan baik dan mengisi data apa adanya, sejujur-jujurnya. Tidak usah khawatir atau takut, karena kerahasiaan data setiap warga dan pelaku usaha dijamin aman bersama kami," ujar Eiren.
Menyadari isu privasi menjadi hal krusial bagi dunia usaha di era digital, BPS Pematangsiantar memastikan proteksi data tidak dilakukan setengah hati.
“BPS Pematangsiantar telah menyiapkan infrastruktur keamanan siber yang kokoh dengan melibatkan para pakar teknologi informasi demi mengunci rapat seluruh basis data,” ucapnya.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 punya peran vital sebagai potret realitas ekonomi daerah. Jangkauan pendataannya mencakup semua skala bisnis, mulai dari korporasi kakap hingga pelaku UMKM di pelosok Kota Pematangsiantar.
Meski menyasar dunia usaha, Eiren menyebutkan tidak semua sektor akan didata. Ada beberapa bidang spesifik yang memang dikecualikan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, yaitu sektor pertanian, administrasi pemerintahan dan pertahanan dan aktivitas rumah tangga yang bertindak sebagai pemberi kerja.
Data akurat merupakan modal utama pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan yang tepat di masa depan.
"Output dari sensus ini ujung-ujungnya kembali ke masyarakat. Kalau datanya lengkap dan akurat, pemerintah bisa bikin kebijakan ekonomi yang jauh lebih tepat sasaran, tidak meraba-raba lagi," tuturnya.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi dalam menyusun berbagai program strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Program tersebut meliputi penguatan jaring pengaman sosial, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga penyaluran stimulus untuk mendongkrak usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Pematangsiantar,” katanya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
996 Ton Beras Dibagikan Gratis Agustus 2026BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















