Thursday, July 16, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Inggris vs Argentina: Rivalitas Abadi, Kisah Ismail Elfath, dan Fakta Menarik Jelang Semifinal Piala Dunia

Mistar.idKamis, 16 Juli 2026 pukul 01.35 WIB
inggris_vs_argentina_rivalitas_abadi_kisah_ismail_elfath_dan_fakta_menarik_jelang_semifinal_piala_dunia

Ismail Elfath yang akan memimpin pertandingan Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. (foto:Getty Image via talksport/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Pertandingan Inggris melawan Argentina tidak pernah sekadar soal siapa yang lebih baik di atas lapangan. Setiap pertemuan kedua negara selalu membawa beban sejarah, emosi nasional, hingga rivalitas yang telah bertahan selama puluhan tahun. Ketika keduanya kembali bertemu di semifinal Piala Dunia di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, sorotan tidak hanya tertuju kepada para bintang seperti Jude Bellingham, Harry Kane, Julián Álvarez, atau Lionel Messi, tetapi juga kepada sosok pria yang akan memimpin jalannya pertandingan: Ismail Elfath, wasit asal Amerika Serikat yang memiliki kisah hidup luar biasa.

Sorotan Utama: Rivalitas yang Selalu Menghentikan Dunia Sepak Bola

Tidak banyak rivalitas internasional yang memiliki dimensi sebesar Inggris kontra Argentina.

Persaingan ini merupakan perpaduan antara kualitas sepak bola elite, sejarah politik, dan momen-momen dramatis yang terus dikenang lintas generasi.

Setiap pertandingan menghadirkan tekanan luar biasa karena bukan hanya tiket menuju final yang diperebutkan, tetapi juga gengsi nasional.

Bahkan ketika skuad berganti dan era berubah, atmosfer pertandingan ini selalu terasa berbeda dibandingkan laga internasional lainnya.

Mengapa Rivalitas Ini Sangat Istimewa?

Hubungan kedua negara menjadi semakin sensitif setelah Perang Falklands (Malvinas) pada 1982.

Empat tahun berselang, mereka bertemu pada perempat final Piala Dunia 1986.

Di sinilah Diego Maradona menciptakan dua gol yang menjadi simbol rivalitas tersebut.

Gol pertama lahir melalui sentuhan tangan yang kemudian dikenal sebagai "Hand of God".

Hanya beberapa menit kemudian, Maradona mencetak gol spektakuler setelah melewati hampir seluruh pertahanan Inggris, yang kemudian dinobatkan FIFA sebagai "Goal of the Century".

Dua gol itu seolah menggambarkan dua sisi sepak bola:

- Kontroversi.

- Kejeniusan.

Keduanya terjadi hanya dalam selang beberapa menit.

Beckham dan Penebusan Dosa

Piala Dunia 1998 memperpanjang drama.

David Beckham menerima kartu merah setelah insiden dengan Diego Simeone.

Banyak pihak di Inggris menyalahkan Beckham atas kegagalan tim.

Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 2002, Beckham akhirnya membalas semuanya.

Melalui penalti yang tenang dan penuh tekanan, ia membawa Inggris menang 1-0 atas Argentina.

Gol tersebut menjadi simbol kebangkitan karier Beckham sekaligus salah satu momen paling emosional dalam sejarah Three Lions.

Menariknya, hingga kini itulah pertemuan terakhir Inggris dan Argentina di fase gugur Piala Dunia.

Messi dan Fakta yang Jarang Disadari

Salah satu fakta paling unik dari rivalitas ini justru melibatkan Lionel Messi.

Meski telah tampil di lima edisi Piala Dunia, menjadi juara dunia, serta mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di turnamen tersebut, Messi belum pernah menghadapi Inggris di Piala Dunia.

Ini menjadi ironi tersendiri.

Pemain terbesar Argentina di era modern justru belum pernah mencicipi rivalitas terbesar negaranya di panggung sepak bola dunia.

Apabila dimainkan, laga ini akan menjadi babak baru dalam sejarah Messi.

Inggris Datang dengan Filosofi Baru

Thomas Tuchel membawa pendekatan berbeda dibandingkan pendahulunya.

Pelatih asal Jerman tersebut dikenal berani melakukan:

- Perubahan taktik saat pertandingan berlangsung.

- Tekanan tinggi.

- Transisi cepat.

- Organisasi bertahan yang disiplin.

Skuad Inggris kini dihuni kombinasi pengalaman dan talenta muda seperti:

- Harry Kane.

- Jude Bellingham.

- Bukayo Saka.

- Phil Foden.

- Declan Rice.

Generasi ini dianggap sebagai salah satu skuad Inggris paling komplet dalam dua dekade terakhir.

Argentina Tetap Mengandalkan DNA Juara

Di sisi lain, Lionel Scaloni berhasil membangun Argentina menjadi tim yang sangat matang.

Mereka tidak lagi hanya bergantung pada Messi.

Kini Argentina memiliki keseimbangan antara:

- Pertahanan solid.

- Lini tengah agresif.

- Serangan yang sangat efektif.

Mental juara menjadi modal terbesar Albiceleste setelah sukses mengangkat trofi Copa América dan Piala Dunia.

Sosok yang Akan Menjadi Penentu: Ismail Elfath

Di balik para megabintang yang akan tampil, ada satu nama yang memiliki tanggung jawab luar biasa besar.

Siapa Ismail Elfath?

Wasit berusia 44 tahun ini memiliki perjalanan hidup yang sangat inspiratif.

Ia lahir di Maroko sebelum pindah ke Amerika Serikat ketika berusia 18 tahun.

Elfath memenangkan Diversity Visa Lottery yang membawanya menuju kehidupan baru.

Saat tiba di Amerika Serikat, ia hanya membawa sekitar 200 dolar AS.

Setelah menyelesaikan pendidikan teknik mesin di University of Texas pada 2006, kariernya justru berkembang di dunia perwasitan.

Debutnya di Major League Soccer terjadi pada 2012.

Empat tahun kemudian, FIFA mengangkatnya menjadi wasit internasional.

Perjalanan Menuju Piala Dunia

Elfath bukan sosok asing di panggung terbesar sepak bola.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia dipercaya memimpin pertandingan babak 16 besar antara Jepang dan Kroasia.

Kepercayaan FIFA terus meningkat.

Pada edisi kali ini, pertandingan Inggris melawan Argentina menjadi laga keempat yang dipimpinnya sepanjang turnamen.

Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan Komite Wasit FIFA terhadap konsistensi penampilannya.

Gaya Memimpin yang Menarik

Salah satu ciri khas Ismail Elfath adalah memberi kesempatan pertandingan tetap mengalir.

Ia tidak mudah meniup peluit.

Namun, ketika pelanggaran dianggap membahayakan keselamatan pemain, ia tidak ragu mengambil keputusan tegas.

Contohnya terjadi saat laga Uruguay kontra Spanyol.

Awalnya Elfath memilih memberikan keuntungan permainan sehingga sempat memancing protes kubu Spanyol.

Namun, ketika Agustín Cannobio melakukan tekel keras terhadap Pau Cubarsí, Elfath langsung mengeluarkan kartu merah tanpa keraguan.

Karakter seperti ini diperkirakan akan sangat dibutuhkan dalam laga Inggris versus Argentina yang diprediksi berlangsung penuh tensi.

Fakta Menarik Inggris vs Argentina

1. Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Sedikit rivalitas internasional yang dipengaruhi sejarah politik sekuat Inggris dan Argentina.

2. Maradona Mengubah Sejarah Dua Kali dalam Satu Laga

"Hand of God" dan "Goal of the Century" tercipta hanya dalam rentang beberapa menit pada pertandingan yang sama.

3. Beckham Menuntaskan Dendam Empat Tahun

Dari kartu merah pada 1998 menjadi pahlawan kemenangan Inggris lewat penalti pada 2002.

4. Messi Belum Pernah Menghadapi Inggris di Piala Dunia

Salah satu fakta unik yang mungkin akan berakhir apabila laga ini benar-benar terjadi.

5. Wasit Semifinal Memiliki Kisah Hidup yang Menginspirasi

Ismail Elfath datang ke Amerika Serikat hanya dengan uang 200 dolar AS sebelum akhirnya dipercaya memimpin semifinal Piala Dunia.

Pertandingan yang Akan Ditentukan oleh Detail Kecil

Semifinal seperti ini hampir tidak pernah ditentukan oleh dominasi mutlak.

Yang membedakan biasanya adalah:

- Efektivitas memanfaatkan peluang.

- Disiplin bertahan.

- Pengambilan keputusan di bawah tekanan.

- Kemampuan mengendalikan emosi.

Inggris memiliki kualitas individu luar biasa dan kedalaman skuad yang impresif. Sebaliknya, Argentina datang dengan pengalaman sebagai juara serta mental bertanding yang telah teruji dalam berbagai laga besar.

Di sinilah peran Ismail Elfath menjadi sangat krusial. Dalam pertandingan berintensitas tinggi, keputusan seorang wasit—baik dalam memberikan kartu, membiarkan permainan berlanjut, maupun menafsirkan pelanggaran—dapat memengaruhi ritme laga sekaligus menjaga pertandingan tetap berada dalam koridor sportivitas.

Apa pun hasil akhirnya, duel Inggris versus Argentina hampir pasti akan kembali menambah satu babak baru dalam salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN