Wednesday, September 2, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

IDI Dukung Pembekuan Sementara PPDS Anestesiologi RSUP Kandou usai Kematian dr Adrian Rantung

Mistar.idKamis, 16 Juli 2026 pukul 06.30 WIB
idi_dukung_pembekuan_sementara_ppds_anestesiologi_rsup_kandou_usai_kematian_dr_adrian_rantung

Almarhum dr Adrian Rantung yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban perundungan selama menjalani pendidikan PPDS. (Foto: Instagram Soalunsrat)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, diberhentikan sementara menyusul meninggalnya peserta PPDS, dr Adrian Rantung.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hamzah Hasan MM, menyatakan dukungannya terhadap penghentian sementara program pendidikan tersebut demi memperlancar proses investigasi.

"Ya, saya kira tepat itu dilakukan (pemberhentian sementara PPDS Anestesiologi), supaya memudahkan investigasi," ujarnya kepada Mistar, Rabu (15/7/2026).

Hamzah menjelaskan, keputusan menghentikan sementara PPDS Anestesiologi bukan berasal dari Kementerian Kesehatan, melainkan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Menurutnya, informasi tersebut juga telah dikonfirmasi melalui rekan sejawatnya di Manado yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

"Bukan Kementerian Kesehatan yang membekukan itu, kalau tidak salah. Saya mendapat informasi dari rekan di sana, justru fakultas sendiri yang mengambil langkah tersebut agar investigasi lebih mudah dilakukan," katanya.

Ia mengatakan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap pelaksanaan pendidikan seluruh dokter residen Anestesiologi di RSUP Kandou. Karena itu, penghentian program bersifat sementara hingga proses penyelidikan selesai.

Hamzah menegaskan, pembekuan sementara program pendidikan tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena layanan anestesi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Pelayanan anestesi tetap berjalan. Jangan sampai masyarakat mengira pelayanan ikut dihentikan. Yang diberhentikan sementara adalah program pendidikannya, sedangkan pelayanan tetap dilakukan oleh dokter penanggung jawab," ujarnya.

Sebelumnya, dr Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang tengah menempuh semester tiga, diduga menjadi korban perundungan selama menjalani pendidikan.

Almarhum menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, dan ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya pada Minggu (5/7/2026). Dugaan perundungan yang dialaminya kini masih dalam proses penyelidikan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN