Jangan Mudah Tertipu, Ini Tanda Seseorang Berbohong Lewat Chat

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID
Komunikasi melalui pesan instan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit orang yang merasa curiga ketika menerima pesan yang dianggap janggal atau tidak sesuai dengan kenyataan.
Meski tidak ada cara pasti untuk mengetahui seseorang berbohong melalui chat, sejumlah penelitian dan pengamatan perilaku menunjukkan adanya beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk. Berikut enam ciri yang perlu diperhatikan:
1. Respons Terlalu Lama
Sebuah studi yang dikutip oleh WikiHow menyebutkan bahwa orang yang sedang berbohong melalui pesan teks cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons pertanyaan.
Hal ini terjadi karena mereka perlu menyusun jawaban yang dianggap meyakinkan. Namun, respons yang lambat tidak selalu berarti seseorang sedang berbohong karena bisa saja ia sedang sibuk atau ingin memberikan jawaban yang lebih tepat.
2. Sering Mengalihkan Topik Pembicaraan
Orang yang tidak ingin mengungkapkan fakta sebenarnya biasanya berusaha menghindari pembahasan tertentu. Salah satu caranya adalah dengan mengalihkan topik pembicaraan atau mengajukan pertanyaan lain agar perhatian lawan bicara terpecah.
3. Memberikan Jawaban Terlalu Panjang dan Rumit
Pertanyaan sederhana biasanya dijawab secara singkat dan langsung. Namun, seseorang yang berbohong sering kali memberikan penjelasan yang terlalu panjang, detail, bahkan berbelit-belit.
Mereka berusaha membuat cerita terdengar lebih meyakinkan. Terkadang, mereka juga terlihat mengoreksi sendiri informasi yang telah dikirim sebelumnya.
4. Jarang Menggunakan Kata Ganti Orang Pertama
Menurut Science of People, orang yang jujur cenderung menggunakan kata ganti seperti “saya”, “aku”, atau “punyaku” saat menjelaskan suatu kejadian.
Sebaliknya, orang yang berbohong lebih sering menggunakan pernyataan umum atau normatif untuk menghindari keterlibatan langsung dalam cerita yang disampaikan.
5. Sulit Memberikan Penilaian atau Cerita yang Mendalam
Karena fokus menyusun cerita yang konsisten, pembohong biasanya lebih mudah memberikan jawaban yang konkret dan singkat dibandingkan menjelaskan pengalaman secara mendalam atau memberikan penilaian yang bersifat abstrak.
Mereka cenderung menghindari detail emosional atau suasana yang menyertai suatu peristiwa.
6. Terlalu Mengandalkan Emoji
Penggunaan emoji memang hal yang wajar dalam percakapan digital. Namun, dalam beberapa kasus, seseorang yang ingin menghindari jawaban tegas lebih sering merespons dengan emoji dibandingkan memberikan penjelasan yang jelas.
Misalnya, saat ditanya mengenai suatu tanggung jawab, mereka hanya menjawab dengan emoji jempol atau emoji tertawa tanpa keterangan yang pasti.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut tidak bisa dijadikan bukti mutlak seseorang sedang berbohong. Setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda.
Cara terbaik untuk memastikan kebenaran suatu informasi adalah dengan melakukan konfirmasi ulang, mengajukan pertanyaan lebih rinci, serta memperhatikan konsistensi jawaban yang diberikan. (hm25)


















