Diskon Saja Tak Cukup, Konsumen Kini Buru Kepercayaan Saat Belanja Online

Teks Foto: Ilustrasi, wanita belanja.(foto: Kompas.com/SHUTTERSTOCK)
Jakarta, MISTAR.ID (19/8/2026) – Dulu belanja online identik dengan satu kata: diskon. Buka aplikasi, bandingkan harga, cari kode voucher.
Selesai. Tapi kebiasaan itu perlahan berubah. Tahun 2026, konsumen tidak lagi berhenti bertanya "berapa harganya?"
Pertanyaan yang muncul justru, "Asli tidak?", "Aman tidak?", "Kalau rusak, garansinya bagaimana?"
Perubahan ini membuat cara orang berbelanja ikut bergeser. Keaslian produk, keamanan transaksi, kemudahan klaim garansi, hingga layanan purna jual kini jadi bagian penting dari pengalaman berbelanja.
Konsumen punya banyak pilihan. Bisa pesan lewat aplikasi, bisa langsung ke toko. Bisa bayar daring, ambil barangnya di gerai lewat fitur Click & Collect.
Pilihan yang banyak itu justru membuat kepercayaan jadi mata uang baru. Apalagi untuk produk bermerek yang penjualnya berseliweran di platform digital. Tanpa pegang barangnya langsung, pembeli butuh kepastian.
"Pengalaman belanja tidak berhenti saat pembayaran berhasil. Ia berlanjut sampai barang diterima dan dipakai," demikian pola baru yang kini diperhatikan pelaku usaha.
Jembatan Online dan Toko Fisik
Untuk menjawab itu, industri mulai mengusung konsep omnichannel commerce. Sederhananya, menghubungkan kanal digital dan toko fisik agar konsumen bebas berpindah sesuai kebutuhan.
Cari info di aplikasi. Pesan dari rumah. Lalu ambil barangnya di toko sambil mencoba langsung. Atau sebaliknya, lihat dulu di toko, bayarnya lewat aplikasi. Strategi ini dipakai Blibli.
Sepanjang semester I 2026, perusahaan menambah 36 toko baru. Totalnya kini 326 toko yang terdiri dari toko elektronik, fesyen, olahraga, gerai Ranch Market, hingga home and living experience center.
"Dengan fokus pada pendekatan omnichannel yang terintegrasi dan didukung inovasi teknologi berkelanjutan, kami berhasil meningkatkan skala dan memperkuat efektivitas operasional sepanjang 2025," ujar CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, Selasa (18/8/2026).
Persaingan BergeserPerluasan toko fisik ini menunjukkan satu hal: belanja digital dan belanja langsung tidak lagi saling bersaing.
Keduanya saling melengkapi.Konsumen butuh informasi cepat secara online. Tapi mereka juga masih ingin melihat, memegang, dan mencoba barang secara langsung sebelum memutuskan.
Pada akhirnya, harga murah tetap menarik. Tapi yang menentukan pilihan sekarang adalah kepercayaan pada platform, kepastian produk asli, kemudahan layanan, dan kenyamanan setelah transaksi.
Persaingan perdagangan pun bergeser. Bukan lagi siapa paling murah. Tapi siapa paling praktis dan paling bisa dipercaya, dari klik pertama sampai barang sampai di tangan.(Kompas.com/hm02)


















